Wednesday, 19 April 2017

Jembatan Keramat,Janji Bupati yang dituntaskan Gubernur



Lacaknews.com,merangin – Pembangunan jembatan gantung yang sempat jadi polemik pemerintah Kabupaten Merangin lantaran “hilang” dalam RKA APBD Merangin 2016 lalu, akhirnya dibangun lewat APBD Provinsi Jambi. Menariknya, jembatan yang bakal dibangun di lingkungan Keramat, Kelurahan Pamenang ini, dikabarkan janji Pemilihan Gubernur silam.

Hal ini didapatkan awak media dari sejumlah sumber dan masyarakat setempat. Anggaran pembangunan jembatan sendiri, awalnya dianggarkan senilai Rp 1,6 Milliar dari APBD 2016 silam. Namun sayangnya, pembangunan mendadak dibatalkan dan kemudian diganti dengan rehab jembatan gantung yang memang sudah mengkhawatirkan

“Karena pak Zola yang menang disini, jembatan batal dibangun. Digantikan dengan rehab jembatan gantung yang ada. Ini kan tidak baik bagi masyarakat. Kepentingan politik, masyarakat jadi korban,” sebut warga yang mengaku masih ingat pertemuan yang digelar jelang Pilgub 2015 lalu.

Namun kemudian, pembangunan jembatan tersebut akhirnya terwujud dengan pemerintah Jambi Tuntas dibawah duet pemerintahan Zumi Zola – Fachrori Umar yang meraih kemenangan pula di wilayah ini. Warga lain menyebutkan hal ini juga sebagai janji politik.

Tak ayal, pembangunan yang bakal menelan anggaran Rp 2,4 Milyar dari APBD Provinsi tahun 2017 itu, mengejutkan warga. Impian sekaligus kebutuhan akan jembatan tersebut, akhirnya terwujud.

“Berterimo kasih nian samo pak Gubernur Jambi dan anggota DPRD Provinsi, Abdul Salam yang sudah memperjuangkan jembatan gantung ini,” ungkap Ketua Lembaga Adat Kelurahan Pamenang, Fauzi Hamzah pada dinamikajambi.com

Bilang Fauzi, mayoritas pendapatan masyarakat Pamenang adalah petani. Umumnya, ladang masyarakat tersebut berada di Dusun Tuo yang masih dalam wilayah Kelurahan Pamenang. Tingginya mobilitas warga dan roda ekonomi, membuat jembatan gantung yang saat ini digunakan harus antri dan kerap memakan banyak waktu.

“Pada umumnya masyarakat trans sekarang melintas jalur sini. Karena disini lebih aman dan lebih penting jarak tempuh. Kayak masyarakat dari SPD, SPC dan Hitam Ulu itu, sekarang lewat sini. Kalau lewat Jelatang, selisih 10 Km. Kalau lewat sini sekitar 15 menit sampai,” papar mantan Kadus ini.

“Kemaren ada rencana pembangunan, yo alhamdulillah gagal..” kata Fauzi dengan nada meninggi.

Ia tidak mau membicarakan lebih lanjut terkait batalnya pembangunan jembatan yang dianggarkan APBD Merangin pada 2016 lalu sekitar Rp 1,6 Milyar. Fauzi memastikan, saat ini warga setempat berterima kasih dengan dibangunnya jembatan gantung ini.
Share:

0 comments:

Post a Comment

KPU KOTA SUNGAIPENUH

KPU KOTA SUNGAIPENUH

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner