Monday, 10 April 2017

Wah, Pemabuk Ini Pukul Siswa Peserta UNBK

JAYAPURA, LACAKNEWS-Beberapa warga mabuk memalak siswa Sekolah Menengah Atas Yayasan Pendidikan Guru Republik Indonesia Kota Jayapura yang hendak mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMK Negeri 8 Yoka, Abepura, Senin pagi.

"Tadi pagi sekitar pukul 7.30 WIT, ada beberapa siswa saya berboncengan dengan motor datang ke sekolah, sampai di depan pagar sekolah, salah satu siswa dicegat di depan sekolah oleh salah seorang pemabuk lalu menyuruh siswa saya membocengnya ke kios untuk membeli minuman," kata Kepala SMA PGRI Kota Jayapura Janet Berotabui di Jayapura, Senin.

Namun, menurut dia, salah seorang siswa yang dicegat itu menolak untuk memboncengi orang mabuk itu karena hendak siap diri untuk mengikuti UNBK.

"Pemabuk ini tidak terima dengan melempari botol ke dalam sekolah, dan masuk ke dalam sekolah lalu memukul siswa yang disuruh di depan saya," ujarnya.

"Saya marah sekali karena siswa saya dipukuli, siswa yang lainnya juga sudah emosi dan hendak memukul pemabuk ini, tetapi saya berusaha untuk menahan diri dan menenangkan situasi agar tidak terjadi perkelahian," ujarnya lagi.

Saat kejadian itu, kata dia, salah seorang guru SMA PGRI melaporkan peristiwa itu ke Kepala SMKN 8 Yoka, Abepura, Jayapura, selaku tuan rumah karena SMA PGRI hanya menumpang ujian di SMK Negeri 8 Yoka.

Kepsek SMKN 8 Yoka kemudian menghubungi kepolisian untuk mengamankan beberapa orang yang dipengaruhi minuman keras itu.

"Setelah Kepsek SMKN 8 Yoka, telepon polisi langsung mereka datang amankan beberapa pemabuk ini barulah sesi pertama UNBK dilaksanakan," ujarnya.

Sesi pertama untuk 40 siswa baru bisa memulai ujian pada pukul 8.45 WIT setelah polisi mengamankan pemabuk.

"Setelah kejadian itu, puji Tuhan UNBK sesi pertama untuk siswa kami berjalan lancar," ujarnya.

Jumlah keseluruhan siswa SMA PGRI Kota Jayapura yang mengikuti UNBK sebanyak 106 siswa.

Dia menuturkan 40 siswa itu semuanya hadir untuk mengikuti UNBK yang dibagi dalam tiga sesi.

Sesi pertama diikuti oleh 40 siswa, sesi kedua juga 40 siswa dan sesi terakhir 40 siswa.

Ia menambahkan tidak ada kendala teknis seperti lampu padam dan gangguan jaringan internet, hanya pemabuk yang mengganggu ketepatan waktu ujian.(antara)
Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner