Wednesday, 3 May 2017

YANI AKAW : Potret Dibalik Layar Era Rebutan Level Atas


Ini salah, itu salah, seperti yang lainnya tak ada benar hidup diatas dunia ini!
Disebutpun kesalahan tercatat harus jelas teks dasar hukum, konstitusi, etika serta norma kehidupan berlaku dimasyarakat jadi landasan yang bisa dipertanggung jawabkan diatas dunia, serta dosa-dosa apa tersimpan pada memory malaikat sang ahli menangkap salah dalam angin dan ulung membaca dalam hati yang dianggap bisa memberatkan seseorang nantinya.

Kalaupun dianggap kesalahan tak tercatat dengan menunjukkan berbagai cerita keburukan yang lain demi sebuah amarah harus disadari dulu bahwa teksnya ada pada kesalahan telah dilakukan oleh masing diri terhadap orang lain, serta apa yang dipandang salah tapi tak diminta pertanggung jawabannya dunia dan akhirat bila semata bagi kebaikan dan kemajuan atas pertimbangan azas mudarat dengan mudarajat yang dilakukan, sebagai pandangan yang jarang sekali menjadi pertimbangan dan pemikiran ketika menilai sesuatu terutama bagi yang sudah tertanam anti patinya.

Terlalu namanya bila seseorang terseret pada persoalan hukum karena opini dan wacana yang sengaja dibuat-buat. Maka tak salah pula bila ada yang menyebut anjing menggonggong kafilah tetap berlalu terhadap sesuatu kebenaran dan kebaikannya yang dipandang janggal oleh yang lainnya.

Senang melihat orang lain susah, dan susah ketika melihat orang lain senang adalah pameo klasik yang semestinya sudah lama dipeti-eskan di Republik ini. Seolah-olah sendunya nada jangan ada dusta diantara kita, dan katakan-katakanlah sejujurnya bila ada yang lain mau kau jadikan pengganti dirinya, sudah dijadikan judul lagu yang saling direbutkan untuk dilantunkan.

Begitu pula hak berserikat dan berkumpul didalam mengeluarkan pendapat telah dijadikan ajang take and give dalam artian perangai yang hampir setara dengan tung gayut-nya oknum pejabat masa kini, hanya saja wujudnya dalam bentuk nyah ineh ulau itoh sudah dianggap menjadi strategi dan kiat menawan dalam tawar menawar bangsa pasar politik level atas guna mendapat sesuatu kepentingan, apalagi sebatas perhatian.  

Semasih Negara ini aman, negeri ini nyaman serta semasih tetap saling bersua dan membutuhkan, kini FBDKS Forum Bersama Daerah Kota Sungai Penuh datang dan menerima setiap itikad baik bagi pencapaian solusi persoalan terutama terkait segala tetek bengek yang dianggap bisa menghambat keharmonisan dan kemajuan roda pemerintahan, pembangunan dan kehidupan social ditengah masyarakat.@ Pesan Perdamaian FBDKS,  bagian pertama dan diharapkan jangan sampai terulang kembali.

BY. YANI AKAW
Share:

0 comments:

Post a Comment

KPU KOTA SUNGAIPENUH

KPU KOTA SUNGAIPENUH

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner