Wednesday, 28 June 2017

Ini Tanggapan Penggiat Pariwisata Provinsi Jambi Terhadap Maraknya Pungli di Kawasan Wisata Kerinci



Goentur penggiat wisata provinsi jambi

Apa tanggapan bapak terkait tingginya nilai kontrak yang diberikan pada pihak ke 3. Sehingga terjadinya pungli?

Ini masalah Evaluasi yg kurang dan akhirnya bikin masalah. Seyogyanya ada keputusan bersama jauh sebelum lebaran agar tatakelola objek wisata baik dari pemerintah atau pihak ketiga berjalan  selaras tanpa menimbulkan pertanyaan. Tentunya juga perlu pengawasan thdp para pengelola serta melibatkan tokoh2 kunci disekitar Destinasi wisata... Semestinya Kenyamanan berwisata adalah hadiah untuk masyarakat. Jika sudah tertuang dalam Perda, keluar dari itu maka pengelola mesti bertanggung jawab. Terkait efek thdp Branding..ini jelas akan menurunkan Image dan akhirnya viral ke masyarakat luas bahwa kita tak mampu mengatasi satu masalah yg menahun.

Perlu juga observasi ketempat lain , bagaimana mereka mengelola objek wisata dg baik dan transparan.. Kuncinya, Dinas Terkait harus komitmen kembangkan pariwisata secara profesional dg tidak saja hanya andalkan kawasan ini saja..tapi seantero Kerinci yg ratusan jumlahnya..alam dan budaya ..hingga kita bicara miliaran uang yg masuk dari wisatawan yg berwisata baik dg atau tanpa paket Tour.. hingga sebaran ekonomi jadi tinggi.

Tidak sesuai dg hitungan, sehingga pihak ketiga harus cari cara lain. Cara lain ini yg jadi masalah...kejar target sehingga jadi runyam. Bisa kah pemerintah tidak beratkan rakyat? Istilah nya anggaplah sedekah yg penting masyarakat menikmati. Jika mau cari sumber uang Kembangkan pariwisata dg komit 100 persen.. bisa puluhan milyar uang beredar pertahun... kembangkan model Desa Wisata yg terintegritas. Jika berjalan maka ekonomi Kerinci melalui pariwisata akan terbagi merata.

Betul.. jika begitu demi layanan, kenapa kedepan kerjasama SKPD MELALUI STAF NYA DIREKRUT SECARA VOLUNTEER dg libatkan penggiat pariwisata  untuk melayani masyarakat.. baru ini nama nya Citra baik.

Bagaimana solusi dari permasalahan ini?

Saya fikir bisa.. banyak yg mau membantu. Setiap SKPD kirim minimal 3 orang.. dari kepolisian, perhubungan dll. Plus penggiat pariwisata. Yg ditatar dan diberi bekal sebelumnya. Siapa mengerjakan apa? ditunjuk koordinator dari instansi mana?

Artinya Service First.. layanan yg utama. Maka kepercayaan masyarakat akan tinggi sehingga darah pe,bangunan pariwisata kita akan lancar mengalir.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner