Wednesday, 7 June 2017

Zola: Saya Baik-baik saja, dan tetap fokus pada Pekerjaan saya



LacakNews.net ,JAMBI – Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulkfli, membantah bahwa dirinya saat ini berada di bawah tekanan tim sukses atau oleh pihak manapun. Ini terkait dengan pencopotan empat pelaksana tugas (Plt) Kepala OPD serta dua orang ajudannya beberapa waktu lalu.

Ditemui di Rumah Dinas Gubernur Jambi kemarin, Zola mengatakan dirinya baik-baik saja, tidak ada yang menekan. “Saya baik-baik saja, masih bisa senyum tidak ada masalah,” katanya.

Menurutnya, semua orang boleh saja berpendapat. Jangankan dirinya sebagai Gubernur, Presiden saja bisa dikritik semua orang. “Siapa sekarang yang tidak dikomentari. Presiden saja coba lihat. Makanya Presiden bilang kita demokrasi yang kebablasan,” katanya.

Dia tak mempedulikan tudingan pihak mana saja yang mengatakan dirinya sedang di bawah tekanan. Yang paling penting, lanjut Zola, dirinya tetap fokus terhadap pekerjaannya. “Saya punya janji politik, punya visi misi, RPJMD lima tahun ke depan, ya sudah saya ikuti saja,” katanya, lagi.

Terkait dengan pencopotan pejabat itu, Zola kembali mengatakan bahwa hal itu merupakan rekomendasi dan penilaian Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Provinsi Jambi. Jika Baperjakat menilai yang bersangkutan tidak bisa bekerja, tidak ada alasan baginya untuk mempertahankan mereka di jabatan tersebut. Sebaliknya bagi yang bisa bekerja, akan dipertahankan. “Kalau tidak bisa kerja, ya buat apa dipertahankan,” katanya.

Hal ini menurutnya juga termasuk dengan pejabat eselon II yang akan terpilih dari lelang jabatan yang sedang berlangsung ini. Setelah terpilih, pejabat tersebut akan menandatangani pakta integritas. “Kan ada aturan dua tahun tidak boleh di ganti. Kalau ternyata tidak bisa kerja, dan tidak bisa diganti, rugi dong saya, rugi masyarakat Jambi. Makanya harus ada pakta integritas,” katanya.

Kemudian terkait dengan informasi bahwa sejumlah honorer di Rumah Dinas Gubernur diberhentikan, Zola tidak membantahnya. Beberapa honorer diberhentikan, karena malas. “Honorer kalau malas buat apa. Bakal jadi beban anggaran kalau tetap dipertahankan,” katanya.

Namun, ketika ditanyakan berapa jumlah tenaga honor di rumah dinas yang dia berhentikan, Zola mengatakan tidak hapal secara teknis.
Share:

0 comments:

Post a Comment

KPU KOTA SUNGAIPENUH

KPU KOTA SUNGAIPENUH

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner