Thursday, 6 July 2017

Bunga Langka di Tebas Warga


KERINCI, Lacaknews– Seorang pemuda di Kabupaten Kerinci, mendapat kecaman dari netizen, karena melakukan perusakan terhadap Bunga Bangkai yang dilindungi.
Sambil tersenyum, pemuda tersebut mengeluarkan sebilah golok, dan kemudian menebas bunga bangkai yang sedang mekar tersebut.
Selain memposting foto menebas batang pohon Bunga Bangkai, pelaku juga mempelihatkan aksinya bersama tiga rekan lainnya, mengangkat Bunga Bangkai yang sudah dipotong.
Aksi pria yang diduga berasal dari Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci ini, diupload sendiri di akun media sosial facebook miliknya.
“Time ke ladang,” tulis AS di akun facebooknya, dengan memposting tujuh foto bunga bangkai yang sudah rusak pada Senin 30/7 lalu.

Perbuatan tidak terpuji yang dilakukan pelaku pun, langsung mendapat kecaman dari netizen, yang sangat menyayangkan adanya perusakan terhadap Bunga Bangkai yang dilindungi. “Kenapa bunganya ditebang, itu bunga langka yang banyak dicari orang,” tulis akun Hyda Handayani.
Selain mengecam perbuatan AS, ada juga netizen yang mengingatkan pelaku, bahwa perbuatannya tersebut melawan hukum, dan bisa diancam hukuman pidana.
“Ditangkap nanti kamu, itu bunga bangkai yang dilindungi,” tulis akun Desy Guardianangel Aries, mengomentari foto AS.
Selain netizen, aksi ini juga mendapat kecaman dari Kelompok Pecinta Alam (KPA). Heri, mengatakan perbuatan yang dilakukan oleh pelaku sudah keterlaluan.
“Kita minta kepada perusak Bunga Bangkai untuk segera minta maaf kepada masyarakat Kerinci. Jika tidak, maka kasus ini akan kami laporkan ke jalur hukum,” ancamnya.
Keberadaan Bunga Bangkai, selain langka dan dilindungi, seharusnya mampu menjadi dayatarik untuk mendatangkan wisatawan ke Kerinci.
“Rugi kalau bunga itu di tebang. Kalau saja dibiarkan hidup, tentu saja akan banyak warga yang datang melihatnya,” tandas Heri.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi, Neneng Susanti, sangat menyayangkan adaya perusakan Bunga Bangkai oleh oknum masyarakat. “Ini kan bunga langka dan dilindungi. Bunga biasa saja tidak seharusnya dirusak,”kecam Neneng.
Dia berharap, ke depannya masyarakat Kerinci bisa lebih mencintai keberadaan tumbuhan di sekitar mereka, apalagi jika sudah dikategorikan sebagai tanaman langka. (eja)/ halojambi.id
Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner