Friday, 24 November 2017

KEMBALINYA SUNGAI PENUH KEPELUKAN SAKTI ALAM KERINCI

JUANDA RIZKI PRATAMA 

Kerinci daerah kecil diujung jambi yang memiliki pesona abadi, sekepal tanah dari surga begitulah julukan yang diberikan banyak orang terhadap kerinci, begitu banyak wisata – wisata yang dianugrahkan tuhan sehingga kerinci dikenal ke penjuru nusantara hingga ke manca negara, bukan hanya sebagai nama sebuah kabupaten namun kerinci juga dikenal sebagai suku tertua yang ada di dunia.

Adat dan budaya masih sangat kental  karena  masyarakat kerinci adalah pribumi yang sudah sangat lama mendiami kerinci, jadi tidak heran ketika ego kerinci mengalir deras diurat nadi masyarakat kerinci baik didalam daerah maupun diluar daerah.

Label sebagai orang kerinci tidak akan pernah lepas bagi siapapun yang terlahir di kerinci, inilah yang melatar belakangi hadir beberapa organisasi diluar daerah seperti Ikatan mahasiswa kerinci (IMK), Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) yang tersebar diseluruh indonesia bahkan dimalaysia dibuktikan dengan adanya kampung kerinci. Dari segi pendidikan kerinci sudah melahirkan beberapa profesor inilah bukti pesatnya perkembangan peradaban kerinci.

Awalnya kerinci adalah sebuah kabupaten yang diberi nama kabupaten pesisir selatan – kerinci dibawah keresidenan sumatera barat setelah terbentuknya Provinsi Jambi, Kerinci menyatakan diri ingin bergabung dengan Provinsi Jambi melalui Gubernur Jambi M Yusuf Singadekane atas nama Menteri dalam Negeri pada tanggal 10 November 1958 meresmikan Kabupaten Kerinci dengan tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kerinci Hulu, Kecamatan Kerinci Tengah, Kecamatan Kerinci Hilir  dengan satu ibu kota yang bertempat di Sungai Penuh.

Perkembangan Sungai Penuh sebagai ibukota kabupaten terasa sangat pesat melebihi daya dukung kabupaten Kerinci. Oleh karena itu sejak tahun 1970 masyarakat Sungai Penuh menyuarakan aspirasi berdirinya sebuah daerah otonom terpisah dari kabupaten Kerinci. Suara masyarakat mendapat respon mulai awal tahun 2000. Sejak saat itu dilakukan persiapan berdirinya kota Sungai Penuh.

Pada tahun 2008 kota otonom Sungai Penuh resmi berpisah dari kabupaten Kerinci.
Dengan adanya pemekaran Sungai Penuh sebagai sebuah kota yang memiliki otonomi tersendiri itu, berarti ada dua wilayah administratif di wilayah kerinci tetapi adanya pemekaran ini menimbulkan persoalan baru yaitu persoalan nama, karena sebagian masyarakat sungai penuh beranggapan bahwa mereka bukan lagi bagian dari kerinci tetapi sudah menjadi warga Kota Sungai Penuh padahal Kerinci bukan hanya berbicara daerah administratif tetapi juga berbicara masalah Kerinci sebagai suku. Ternyata setelah 9 tahun dimekarkan efek adanya penamaan Kota Sungai Penuh seperti di salah artikan terutama bagi generasi muda Kerinci karena mengetahui 2 wilayah ini hanya sebatas daerah administratif .

Seperti fenomena saat ini yang terjadi di beberapa organisasi mahasiswa kerinci yang berduyun – duyun mengubah nama organisasinya dengan penambahan Sungai Penuh di belakangnya seperti IMKS – JAMBI (Ikatan Mahasiswa Kerinci Sungai Penuh – Jambi), HMKS – Sumbar (Himpunan Mahasiswa Kerinci Sungai Penuh – Sumbar) alasannya pun hampir sama bahwa penambahan Sungai Penuh dikarenakan adanya daerah administartif baru yaitu Kota Sungai Penuh tetapi secara tidak langsung adanya penambahan Sungai Penuh dibelakang nama tersebut menambah keyakinan bahwa Sungai Penuh memang bukan bagian dari Kerinci. Secara administratif memang pemahaman ini betul, namun ketika pemahaman  memisahkan Kerinci dan Sungai Penuh bukan hanya berdasarkan wilayah administartif namun lebih jauh ke arah pemisahan adat dan budayanya. Maka ini akan berdampak luas   menuju ke arah perpecahan sehingga kita perlu kembali menanamkan bahwa Kerinci bukan hanya masalah penamaan daerah administratif namun juga berbicara masalah suku dimana setiap orang bangga memiliki label sebagai orang yang terlahir di kerinci.

Terkait adanya isu pengubahan nama Kota Sungai Penuh menjadi Kota Kerinci menurut penulis adalah sebuah langkah tepat yang dilakukan DPRD Kota Sungai Penuh disamping mengembalikan lagi marwah Sungai Penuh sebagai bagian dari tanah Sakti Alam Kerinci. Langkah ini juga menambah daya dukung Kota Sungai Penuh dalam hal pengembangan pariwisata, secara otomatis adanya penamaan Kota Kerinci menjadi sebuah keuntungan bagi Kota Sungai Penuh  karena sebelumnya kita tahu bahwa Kabupaten Kerinci terpilih sebagai branding pariwisata Provinisi Jambi.
Pengusulan pengubahan nama bukan hanya diwacanakan di Kota Sungai Penuh namun juga pernah ada di Kabupaten lain di indonesia seperti di Kabupaten Ciamis yang mengusulkan menjadi Kabupaten galuh  sampai saat ini masih dalam proses kajian.

Untuk mengubah nama suatu daerah bukan persoalan sederhana, karena menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 2012 tentang pedoman pemberian nama daerah , pemberian nama ibukota, perubahan nama daerah, perubahan nama ibu kota dan pemindahan ibukota  memerlukan banyak hal seperti kajian yuridis formal, sosial budaya, sejarah dan aspek keuntungan bagi masyarakat. Secara aturan  Kota Sungai Penuh telah memenuhi syarat untuk mengganti nama Kota Sungai Penuh menjadi Kota Kerinci. Menimbang bahwa Sungai Penuh hanya sebuah kecamatan dulunya dengan suku dan budaya yang sama dengan masyarakat Kerinci lainnya. Setelah persyaratan itu dicukupi tentunya nanti akan ada beberapa hal yang akan diubah, seperti Logo, Lambang, Cap dan alamat.

Adanya upaya pengubahan nama Kota Sungai Penuh menjadi Kota Kerinci, diharapkan semua pihak mendukung langkah ini, yaitu langkah untuk mengembalikan Sungai Penuh ke pelukan Sakti Alam Kerinci. Oleh karena itu ada baiknya langkah ini memang benar – benar serius di realisasikan oleh pihak terkait, ini akan menjadi awal yang baru bagi Kota Sungai Penuh untuk mengembalikan suasana lama warga Kota Sungai Penuh dimana semua lini masyarakat akan kembali menyatu padu sebagai masyarakat Sakti Alam Kerinci. Karena sesungguhnya dari dulu sampai sekarang semua bersepakat Sungai Penuh adalah Kerinci, yang membedakan hanya daerah administratif.

PENULIS : JUANDA RIZKI PRATAMA (MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JAMBI)


Share:

0 comments:

Post a Comment

KPU KOTA SUNGAIPENUH

KPU KOTA SUNGAIPENUH

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner