Saturday, 30 December 2017

Peristiwa Besar Penghujung 2017 di Kerinci, Melibatkan SEKDA, BKDSM, PUPR, PDAM dan KEJARI Sungaipenuh

ZALMIANTO,S.Kom (Ant Black)


Kerinci sekepal tanah dari surga. Daerah yang punya dua birokrasi pemerintahan ini ( Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh) daerah paling barat provinsi jambi.

Dipenghujung tahun 2017, daerah ini menjadi sorotan Public. Berawal dari Sekda Kabupaten Kerinci Afrizal HZ dan Kabid BKDSM Kerinci Jondri Ali. Memamerkan suara emasnya pada acara silaturrahmi akbar Adirozal- Ami Taher (ADAM) yang bertempat di rumah Ami Taher ( Balon Wakil Bupati).

Pertujukan yang dipertontonkan dua ASN Kabupaten Kerinci menjadi sorotan Public. Mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat.Mereka menilai dua ASN ini sudah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, sanksi bagi PNS mulai dari teguran lisan, penundaan kenaikan gaji, penurunan pangkat, hingga pemberhentian secara tidak hormat.

Belum lagi hilang masalah ini. Kerinci kembali di hebohkan dengan kehadiran Perwakilan dari Kejari Sungaipenuh ke Dinas PUPR di Sore hari secara mendadak Rabu 27 Desembet 2017. Peristiwa ini kembali membuat negeri ini heboh.

Banyak yang menilai kehadiran pihak Kejaksaan ke dinas PUPR ini menyalahi aturan dan ada juga yang curiga atas kunjungan itu " Kenapa, ada apa, apa maksunya "

Kunjungan ini di jelaskan oleh kadis PUPR Harmin bahwa antara Kejari Sungaipenuh dengan PUPR sudah ada kerjasama. Namun beda dengan pernyataan dari Kasi Intel Kejari Sungaipenuh Lubis yang menyebutkan tidak ada menjalin kerjasama.Kehadiran mereka diminta oleh pihak PUPR.

Jum'at 29 Desember 2017 ,Dua hari setelah kunjungan perwakilan Kejari Sungaipenuh ke Dinas PUPR Kerinci. Salah seorang dari oknum pegawai Kejari terciduk oleh pihak kepolisian dari polres Kerinci dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama dengan direktur Utama PDAM TIRTA SAKTI Agussalim. Agussalim baru saja diperpanjang kontraknya menjabat sebagai PLT DIRUT PDAM ( pertengahan desember 2017).

OTT ini berhasil mengamankan uang kes senilai 350 Juta. Pihak Kejari tidak bisa bersuara. Kasi intel lubis saat dikonfirmasi memilih bungkam dan bilang tidak tau. Masyarakat kembali melamparkan pertanyaan dan dugaan " jangan - jangan ada hubungannya dengan kehadiran mereka ke dinas PUPR tanggal 27/12/2917".

Tanggal 30 Desember 2017 direktur utama PDAM ditetapkan sebagai tersangka dan oknum pegawai Kejari Sungaipenuh di serahkan pada Kejati Jambi untuk di proses.

Saat ini semua orang lagi menunggu kabar terbaru tentang keterlibatan AFRIZAL HS dan JONDRI ALI dalam politik Praktis. Dan menunggu kejelasan status hukum DIRUT PDAM dan oknum pegawai Kejari Sungaipenuh.

By .Ant Black





Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner