Wednesday, 28 February 2018

Ini Aturan Pemasangan Alat Peraga Kampanye di Pilkada Kerinci

Suhardiman Komisioner KPU Kerinci

Kerinci.Lacaknews- Pesta Demokrasi dalam Pilkada 2018 ,  tidak meriah kalau tampa alat peraga seperti Baliho, Spanduk dan Umbul - umbul.

Untuk mengatasi adanya pemasangan alat peraga yang berlebihan dari Paslon, KPU menetapkan aturan.

Suhardiman Komisioner KPU Kabupaten Kerinci menyebutkan.  KPU sudah menerbitkan aturan yang harus di ikuti oleh para Paslon.

Untuk Baliho ukuran Jumbo KPU menyediakan 5 buah , umbul-umbul 10 buah setiap kecamatan, Spanduk 1 buah tiap desa. Atribut ini di berikan untuk setiap Paslon, yang akan diserahkan langsung pada masing-masing Paslon hari ini kamis 1 maret 2018.

Selain itu. Paslon di bolehkan mencetak alat perags ini 150% dari yang disediakan KPU.

Untuk Baliho boleh di tambah 7 buah, Spanduk 2 buah perdesa, umbul -umbul 15 per kecamatan.

"Nanti siang atribut ini akan kita serahkan secara simbolis pada semua Paslon. Paslon boleh mencetak atribut ini 150% dari yang diberikan KPU"sebut nya.(Ags)




Share:

Songsong Porprov 2018, Koni Kota Sungai Penuh Dorong Cabor Intensifkan Persiapan




Toni : Petakan Potensi Medali Setiap Cabor.

SUNGAIPENUH.LACAKNEWS - Jelang perhelatan Pekan Olah raga Provinsi (Porprov) Jambi 2018, berbagai kesiapan terus dimatangkan Koni Kota Sungai Penuh.

Rabu (28/2) Pengurus Koni Kota Sungai penuh mengumpulkan para pengurus cabor dalam rangka membahas berbagai persiapan menyongsong hajatan olahraga akbar di Provinsi Jambi.

"Silahkan setiap Cabor untuk memetakan potensi medali yang bisa kita raih di arena Porprov nanti," sebut Toni Indrayadi, Ketua Koni Kota Sungai penuh didampingi Sekretaris Koni, Dedi Iryanto.

Pengurus Koni meminta kepada semua cabor menyiapkan dan menyerahkan proposal usulan nama atlit, pelatih, dan peralatan tanding untuk keperluan persiapan dan latihan.

Koni Kota Sungai Penuh menargetkan perbaikan peringkat pada ajang Porprov Bungo Tebo yang dijadwalkan digelar pada September 2018 mendatang. (Hms)
Share:

Tuesday, 27 February 2018

Kampung Diilir Hamparan Rawang Resmi Punya Kades Baru


SUNGAIPENUH.LACAKNEWS - Semenjak diberhentikan nya kades Kampung Diilir Darmadi oleh masyarakat beberapa waktu yang lalu membuat roda Pemerintahan Desa menjadi kosong.

Terjadinya Kekosongan pemerintahan desa tersebut langsung ditanggapi secara cepat oleh Badan Permusyarawatan Desa (BPD) bersama masyarakat dengan melaksanakan rapat terkait pengusulan pergantian Kepala Desa.

Berdasarkan musyawarah itu memutuskan dan mengusul Ramles B S.Hi S.Sos sebagai Kepala Desa Kampung Diilir.

Usulan tersebut langsung ditanggapi Pemkot dengan dikeluarnya Surat Keputusan Walikota Sungai Penuh Nomor 141/Kep.41/2018 tanggal 12 Februari 2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Desa, Desa Kampung Diilir Kecamatan Hamparan Rawang.

Pengambilan Sumpah Jabatan dilakukan oleh Camat Hamparan Rawang atas nama Walikota Sungai Penuh dan disaksikan langsung seluruh masyarakat Desa Kampung Diilir, Rabu (28/02).

Berdasarkan pantauan saat pelatikan yang bertempat di Aula Kantor Camat Hamparan Rawang itu berlangsung khimat.

Usai pelantikan Camat Hamparan Rawang Sev Eka Putra S.Pd ME mengucapkan selamat kepada kepala desa baru kampung diilir.

"Pasca pelatikan cepatlah berkerja dengan ikhlas dan kerja cerdas. Koordinasi harus tetap dijalan antara Pemerintah Desa dengan Kecamatan baik itu terkait pembangunan maupun hal - hal lain yang menyakut dengan Pemerintah Desa,"tegasnya

"Semoga dibawah kepemimpinan Ramles dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Kampung Diilir,"ungkap Sev Eka.

Sementara itu Ramles B. S.Hi S.Sos mengungkapkan bahwa ini adalah amanah masyarakat yang harus dijalankan.

"Majunya Desa Kampung Diilir tidak terlepas dari kekompakan dari masyarakat itu sendiri. Maka dari itu mari sama - sama kita bangun Desa yang kita cintai ini dengan rasa kekeluargaan dan tetaplah jaga kekompakan ini,"tegasnya. (Rpk)
Share:

Pertahanan Kerinci Hilir Mulai Melemah, Ramli Tokoh Hilir :Kami Siap Menangkan Adi-Ami



KERINCI.LACAKNEWS - Pertahanan Kerinci hilir mulai melemah beberapa warga mulai tidak sepakat bahasa kerinci hilir satu, karena bahasa Kerinci Hilir bersatu dinilai membatasi hak politik pribadi warga.


Bahkan warga Keliling Danau mulai melakukan gerakan untuk memenangkan pasangan calon Adirozal- Ami Taher, dengan cara membentuk tim Independent yang bergerak tanpa komando dari tim yang dibentuk pasangan calon Adirozal-Ami Taher.


Hal ini disampaikan Koordinator Tim Independent  Pasangan ADAM, Ramli Rahman warga Pulau Tengah. Kepada media ini kemarin. "Kami Telah membentuk tim Independent untuk memenangkan Adirozal-Ami Taher di Pilbup tahun 2018, kami bergerak sendiri terpisah dari  tim yang lain, dan kami sudah sampaikan ke Pak Adirozal, untuk di SK kan,"kata koordinator Tim Independent pasangan Adam.


Dijelaskan Ramli Rahman tim independent siap memenangkan Adirozal di Kecamatan Kelilng Danau. Dia menambahkan bahwa tim independent ini terdiri dari orang-orang organisasi ada perwakilan pemuda, tokoh Adat, Kelompok Tani, Nelayan. "Kami Siap memenangkan Pak Adirozal-Ami Taher di Keliling Danau,"kata koordinator tim indepedent kepada Adirizal di Kediaman pribadi Adirozal.


Hal yang sama juga disampaikan ketua Tim Independent ADAM, Jon Kenidi mengatakan tim Independent akan bergerak dan siap memenang Pasangan ADAM. " Kami datang kerumah pak Adi nenyampaikan bahwa kami sudah bentuk Tim Independent, kami minta di SK kan,"pungkasnya.


Adirozal menyampaikan terima kasih kepada tim Independent Pasangan Adi-Ami, dirinya mengajak masyarakat pulau tengah dan Keliling Danau untuk melihat kenyataan yang ada, semuanya pembangunan sudah adil. Untuk Kerinci hilir kata Adirozal, Jalan Beton Bulau Tengah Tanjung, Pauh, kemudian kantor Imigrasi dihilir, pengenbangan bandara, musium kerinci.


Calon bupati incambent ini meminta masyarakat dan tim yang sudah terbentuk untuk bisa menyampaikan kepada masyarakat apa yang telah dilakukan pemerintah. " Dalam suasana politik saat ini berbagai isu muncul ditengah masyarakat, jangan sampai isu politik memecah belah, jangan sampai silaturrahmi terputus hanya gara-gara pilkada yang sesaat, tetap damai jangan ribut,"ajak mantan aktivis Mahasiswa Sumatra Barat ini.


Sebelumnya  Pasangan Calon Bupati Kerinci, Monadi juga menggelar pelantikkan tim pemenangan di kecamatan Keliling Danau. Hal ini disampaikan Ketua tim Pemenangan Monadi.  Sartoni, kepada media ini, dia mengatakan bahwa tim Monadi-Edison untuk kecamatan Keliling danau sudah dilantik."kita optimis bisa menang di Kelilung Danau," jelasnya


Lanjutnya, Tim ditingkat Desa (Kordes) Sudah dibentuk juga sudah semua dibentuk, dan Monadi terus mensosialisasikan diwilayah Kerinci hilir. "Kalau target suara di Hilir belum ada, masih sosialisasi,"katanya


Sedangkan pasangan Zainal Abidin -Arsal berusaha mempertahankan Basis kerinci hilir, dengan terus mendekati Masyarakat, dan berharap bisa memenangkan pilkada Kerinci 2018. Hal ini disampaikan Arsal Apri Calon Wakil Bupati Kerinci, kemarin. "Kita punya basis dikerinci hilir dan kita akan pertahankan basis kita dengan cara berkunjung ke Desa dan silaturrahmi dengan masyarakat, dan itu terus dilakukan, kita targetkan suara di Kerinci Hilir 80 persen,"kata Arsal. (Rpy)
Share:

Soal Nama Gunung Kerinci Adirozal Minta Masyarakat Bijak Menyikapinya


KERINCI – Persoalan usulan Kabupaten Sosok Selatan, Sumbar terkait pergantian nama puncak Gunung Kerinci menjadi Puncak Gunung Joko Widodo, menjadi viral di masyarakat Kabupaten Kerinci bahkan di Provinsi Jambi. Terutama, dari kalangan pecinta alam yang merasa belum pas pergantian nama tersebut.
Menanggapi hal ini, pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang memiliki wilayah tersebut, langsung memberikan penjelasan.
Dalam informasi yang disampaikan Balai Besar TNKS tersebut, M Arif Toengkagie yang ditujukan kepada OPPA LH Khatulistiwa dibeberkan beberapa poin terkait Gunung Kerinci.
Dalam surat tersebut, Arif menyampaikan, bahwa BB TNKS tidak pernah merubah nama bagian dari Gunung Kerinci yang dikenal dengan sebutan Puncak Kerinci maupun menerima usulan dari pemerintah Kabupaten Solok Selatan atau organisasi manapun untuk merubah nama puncak Gunung Kerinci menjadi puncak Joko Widodo.
“Sedangkan foto plakat berwarna kuning dengan tulisan “PUNCAK GN.KERINCI JOKO WIDODO 3805 MDPL” yang menjadi viral di media sosial, menurut TNKS bukanlah plakat resmi yang dikeluarkan oleh BBTNKS,” ujarnya.
Bedasarkan poin di atas, mohon perkenan saudara untuk menyampaikan kepada para penggiat alam pecinta alam bebas serta masyarakat di Provinsi Jambi khususnya Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. “Dimana untuk tidak terprovokasi dengan isu dan berita yang tidak bertanggung jawab ( HOAX ) yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.
TU TNKS Kerinci, Agusman, dikonfirmasi membenarkan adanya surat yang dikeluarkan 26 Fabruari 2018 tersebut, terkait permasalahan usulan puncak Gunung Kerinci diganti dengan puncak Joko Widodo. “Surat itu benar, dan telah disebarkan oleh OPPA LH Khatulistiwa,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kerinci yang saat ini sedang masa cuti kampanye pilkada, Adirozal mengatakan bahwa masyarakat bisa buka peta dunia, sangat jelas tertuang disana nama Puncak Gunung Kerinci, bukan Puncak Gunung Jokowi Dodo. Kalaupun akan ada perubahan nama, Pemkab Solok Selatan pasti akan surati Pemkab Kerinci sebagai salah satu prosedur yang harus dilalui. “Namun kenyataannya sampai hari ini, kita belum menerima surat resmi itu,” terang Adirozal.
Adirozal yang juga merupakan mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang ini menambahkan marilah bijak dalam menanggapi setiap isu dan pemberitaan dimedia sosial. Setiap informasi tidak bisa kita terima mentah-mentah tanpa adanya analisa mendalam terhadap kebenarannya. “Jangan sampai ada isu, yang berakibat pada kebingungan ditengah masyarakat,” tutup Adirozal.(Mc A2)
Share:

Warga Penasaran Istilah "Mama Minta Jatah " Ini Penjelasannya

ILUSTRASI


Kerinci.Lacaknews- Warga provinsi Jambi khususnya Kerinci dan Sungaipenuh, sedang viralnya istilah "Ngapo kami lambat nian" dan " Mama Minta Jatah".

Crew Lacak News mencoba untuk menggali informasi tentang kalimat yang lagi viral itu.

Setelah ditanya dengan para sumber dan mencari informasi lewat Google. Akhirnya istilah "JATAH KAMI MANA" dan "MAMA MINTA JATAH"  terungkap juga.

Istilah ini bersumber dari Rekaman percakapan Yanti Maria dengan Nurhayati, yang diputar Jaksa KPK pada sidang kasus uang suap ketok palu untuk DPRD provinsi Jambi, terkait pengesahan APBD.

Dikutip dari  JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID membuat judul berita "JPU KPK PERDENGARKAN TELPON YANTI". 

Ini isi beritanya : 

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID  - Anggota DPRD Fraksi Gerindra Yanti Maria susanti hadir selaku saksi  pada sidang ke tiga "uang ketok palu" RAPBD Provinsi Jambi 2018, di pengadilan Tipikor Jambi, senin (26/2/2018)
Dalam sidang tersebut JPU KPK memperdengarkan percakapan Yanti Maria Susanti dengan Fraksi lain dalam percakapan tersebut terdapat permintaan uang ketok palu
"iya tadibtuh, apo, apa baru duo, subuh tadi ah cuman"
"He-eh"
"Yang itu tuh belum lagi tuh, siang mungkin"
"ooh yang kami?"
"iyo"
"ooh"
"baru anu, Golkar Samo PKB"
"Oh, ngapo kami lambat nian?"
Isi percakapan yang di perlihatkan JPU dalam persidangan. 

Sumber dari :

2. IMCNEWS

(Tim)
Share:

Monday, 26 February 2018

Luar Biasa..! Usai SISPAMKOTA TNI POLRI Tunaikan Sholat Zuhur Berjamaah


Kerinci.Lacaknews- TNI dan POLRI tidak bisa dipisahkan. Kedua Institusi negara ini merupakan ujung tombak dari keutuhan NKR

TNI dan Polri selalu selalu bersinergi dalam bekerja untuk membuat masyarakat merasa nyaman dalam beraktivitas.

Selain dalam pengamanan. Ternyata TNI dan POLRI sering bersama dalam urusan menggadap sangpencipta alam semesta ini.

Senin 26 Februari 2018 terlihat anggota dan petinggi TNI dan POLRI di Kerinci, melaksanakan sholat Zuhur berjamaah di Masjid Keramat Pulautengah.

Kedua institusi negara ini menunaikan sholat Zuhur berjamaah yang di imami oleh salah seorang petinggi dari Polda Jambi, yang di ikuti oleh Kapolda Jambi, Kodim dan Kapolres Kerinci.

Kedua institusi ini menyempatkan dari sholat di Pulautengah setelah melaksanakan acara Sistem Simulasi Pengamanan Kota (SISPAMKOTA) yang berlokasi di Lapangan Pemda Kerinci.

Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto menyebutkan. Bahwa kegiatan sholat berjamaah antara TNI dan Polri sering dilaksanakan.

" TNI dan Polri sering sekali sholat bersama. Apa lagi saat menghadiri acara bersama, sudah pasti kami solat berjamaah"Sebut Kapolres. (Tim)





Share:

Lanjutkan Pemekaran Kerinci Hingga Nikah Gratis, ini 10 Program Adirozal-Ami Taher


KERINCI-Perjuangan dan kerja keras cabup inkumben Adirozal untuk mewujudkan pemekaran Kabupaten Kerinci tak pernah henti. Saat ini, berkas pemekaran Kerinci Hilir sudah sampai di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam melanjutkan pemekaran Kerinci Hilir, paslon bupati dan wakil bupati Kerinci, Adirozal-Ami Taher memasukkan dalam program unggulan yang dicapainya jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, periode 2019 – 2024 nantinya. Adapun 10 program unggulan sebagai berikut :

1. Beasiswa Kerinci Cerdas : Diperuntukkan bagi 1000 beasiswa Kerinci Cerdas, yang menempuh jenjang perguruan tinggi  S1,S2 dan S3 untuk mahasiswa Hafiz Al-Qur’an, berprestasi, kurang mampu, dan Aparatur Sipil Negera (ASN) untuk peningkatan SDM serta memberikan pendidikan karakter berbasis agama kepada siswa SD, SMP dan SMA.
2. Lapangan Kerja : Mencetak 10 ribu lapangan kerja dan 1000 wirausaha (baru & naik kelas) serta penerimaan CPNS tidak dipungut biaya sesuai undang- undang
3. Jalan ke Ladang : Membangun dan meningkatkan kualitas jalan keperladangan dan membentuk unit reaksi cepat perbaikan jalan rusak serta membangun irigasi keareal persawahan.
4. Pemekaran Kerinci Hilir : Melanjutkan dan memperjuangkan semaksimal mungkin terwujudnya pemekaran Kerinci Hilir.
5. Kesehatan Berkualitas : Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dengan ketersediaan dokter disetiap puskemas serta pendirian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru berstandar nasional
6. Desa Wisata : Mengembangkan 1 kecamatan 1 desa wisata, sanggar seni budaya Kerinci, sport tourism (paralayang, arum jeram, marathon 10 km) sebagai even tahunan dan menjadi Kerinci tempat wisata convention serta meningkatkan kunjungan wisatawan manca Negara dari 5400 orang ditahun 2016 menjadi 20.000 ditahun 2024 serta mengupayakan tour de singkarak – Kerinci dan pembinaan prestasi olahraga.
7. Pemberdayaan Desa : Gerakan membangun Kerinci dari Desa dengan memaksimalkan peran BPD, PKK, Adat, BKMT, Karang Taruna, membentuk BUMDes serta pembinaan dan pelestarian adat yang bersendikan syarak, syarak bersendikan kitabullah
8. Pesantren Penghafal Al-Qur’an : Menghidupkan kegiatan keagamaan dengan mendirikan pesantren tahfidz (penghafal) Al- Qur’an, mengadakan pesantren ramadhan, mengaktifkan pengajian BKMT , pengajian karang taruna, pengajian umum, pengajian adat, dan mengembangkan organisasi – organisasi, keagamaan serta membantu memfasilitasi peningkatan anggaran untuk honor guru ngaji dan garim masjid
9. Pertanian Semakin Maju : Mendorong terbentuknya sentra – sentra kawasan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan skala menengah agar bisa memenuhi permintaan pasar luar negeri yang besar dengan harga tinggi, dengan membantu bibit berkualitas , ketersediaan pupuk, pendampingan , pemasaran hasil berupa kerjasama dengan daerah lain, mengikuti pertanian dipameran lokal, regional dan internasional, bantuan pertanian tepat guna.
10. Nikah Gratis : Program nikah gratis, dengan mengadakan pesta perkawinan secara bersama dengan meriah dalam bentuk pesta rakyat berupa penampilan atraksi budaya Kerinci dan kuliner khas Kerinci , serta dijadikan even wisata tahunan. (red)

Share:

Sunday, 25 February 2018

Vidio... Brigjen Pol Muchlis AS : Warga Kerinci Adalah Saudara Saya Yang Baik-Baik Semua


Kapolda Brigjen Pol Muchlis AS dan Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto


Vidio Kapolda

Kabag ops,Danki Brimob beserta anggota konsolidasi pasca acara SISPAMKOTA





Share:

Tolak Nama Gunung Kerinci Diganti ,Mahasiswa Asal Kerinci Kumpulkan Dukungan Ribuan Tandatangan


Jambi.Lacaknews - Himpunan Pemuda Keluarga Pulautengah Jambi (HPKPT-J). Melakukan kegiatan penggalang seribu tandatangan di Tugu Keris Siginjai, Kotabaru, Kota Jambi.

Para mahasiswa yang berasal dari Pulau Tengah Kerinci ini. Membentang spandung putih untuk di tandatangani dalam rangka menolak nama Gunung Kerinci di ganti menjadi Puncak Joko Widodo
Riki, salah seorang mahasiswa Unja mengatakan, dia sangat menentang rencana pergantian nama Gunung Kerinci. Apalagi, sudah sejak lama gunung kebanggaan masyarakat Jambi ini dikenal sebagai Gunung Kerinci.
“Kita menolak pergantian nama gunung Kerinci jadi Joko Widodo. Tetap harus Gunung Kerinci,” ujar Riki ditemui semalam.Kepada warga yang memenuhi tugu keris Siginjai, mahasiswa asal Kerinci mengajak semua menandatangani petisisi penolakan atas rencana itu.
“Sudah banyak yang tandatangan (di kain putih), belum kita hitung,” tambah Zikron, mahasiswa lain.
Sementara, Lis, warga Jambi yang ikut menandatangani petisi penolakan rencana pergantian nama Gunung Kerinci menjadi Joko Widodo, mengatakan, dia sangat setuju dengan penolakan yang disuarakan mahasiswa.
“Pokoknya gunung punya Jambi itu ya, Gunung Kerinci. Masak Gunung Jokowi,” tutupnya.
Salah seorang pembina HPKPT-J Satria Budhi Dharma saat di kinfirmasi menyampaikan. Dia akan nemediasi para mahasiswa ini, untuk audiensi dengan pihak Dinas Pariwisata Provinsi Jambi sekaligus menyerahjan spanduk ribuab tanda tangan nenokak pergantian nama Gunung Kerinci .
" Saya akan fasikitasi para mahasiswa untuk audiensi dengan dinas Pariwisata. Sekaligus menyerahkan spanduk dukungan tersebut pada dinas Pariwisata"Sebut nya. ( Ant/Serujambi.Com)
Share:

Tolak Nama Gunung Kerinci Diganti ,Mahasiswa Asal Kerinci Kumpulkan Dukungan Ribuan Tandatangan


Jambi.Lacaknews - Himpunan Pemuda Keluarga Pulautengah Jambi (HPKPT-J). Melakukan kegiatan penggalang seribu tandatangan di Tugu Keris Siginjai, Kotabaru, Kota Jambi.

Para mahasiswa yang berasal dari Pulau Tengah Kerinci ini. Membentang spandung putih untuk di tandatangani dalam rangka menolak nama Gunung Kerinci di ganti menjadi Puncak Joko Widodo.
Riki, salah seorang mahasiswa Unja mengatakan, dia sangat menentang rencana pergantian nama Gunung Kerinci. Apalagi, sudah sejak lama gunung kebanggaan masyarakat Jambi ini dikenal sebagai Gunung Kerinci.
“Kita menolak pergantian nama gunung Kerinci jadi Joko Widodo. Tetap harus Gunung Kerinci,” ujar Riki ditemui semalam.Kepada warga yang memenuhi tugu keris Siginjai, mahasiswa asal Kerinci mengajak semua menandatangani petisisi penolakan atas rencana itu.
“Sudah banyak yang tandatangan (di kain putih), belum kita hitung,” tambah Zikron, mahasiswa lain.
Sementara, Lis, warga Jambi yang ikut menandatangani petisi penolakan rencana pergantian nama Gunung Kerinci menjadi Joko Widodo, mengatakan, dia sangat setuju dengan penolakan yang disuarakan mahasiswa.
“Pokoknya gunung punya Jambi itu ya, Gunung Kerinci. Masak Gunung Jokowi,” tutupnya.

Salah seorang pembina HPKPT-J Satria Budhi Dharma saat di kinfirmasi menyampaikan. Dia akan nemediasi para mahasiswa ini, untuk audiensi dengan pihak Dinas Pariwisata Provinsi Jambi sekaligus menyerahjan spanduk ribuab tanda tangan nenokak pergantian nama Gunung Kerinci .

" Saya akan fasikitasi para mahasiswa untuk audiensi dengan dinas Pariwisata. Sekalugus menyerahkan spanduk dukungan tersebut pada dinas Pariwisata"Sebut nya. ( Ant/Serujambi.Com)
Share:

Sidang Kasus Suap APBD Provinsi Jambi, Yanti Maria, Gusrizal, Nurbaiti Besok Hadir Sebagai Saksi



Jambi.Lacaknews – Proses persidangan kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi terus digelar. 
 Pengadilan Tipikor Jambi kembali menggelar sidang lanjutan kasus suap APBD Provinsi Jambi 2018, besok (26/2/2018). Dalam sidang ke tiga ini, giliran anggota DPRD yang akan memberikan kesaksian di muka sidang.
Kuasa Hukum Arfan, Mudarwan Yusuf mengatakan, anggota dewan yang hadir akan memberikan kesaksian untuk kliennya, Arfan mantan PLT Kepala Dinas PUPR Jambi.
“Ada Nurhayati (istri Saipudin), Yanti Maria Susanti dan Gusrizal,” ujar Mudarwan, saat dikonfirmasi SERUJAMBI.COM, Minggu (25/2/2018).
Sambung Mudarwan Yusuf semua saksi besok yang dihadirkan ada enam orang, yakni dari DPRD dan ada juga dari Dinas Pariwisata Provinsi Jambi.
“Kalau detilnya siapa-siapa saja saya kurang hafal, liat aja besok lah,” ungkapnya.(eks) 
Sumber : SERUJAMBI.COM, 
Share:

Wako AJB Sambut Silaturahmi Kapolda Jambi




SUNGAIPENUH - Walikota H.Asafri Jaya Bakri (AJB) menyambut kunjungan silaturahmi Kapolda Jambi, Brigjen Pol Drs. Muchlis, AS, MH.beserta jajaran di Kota Sungai Penuh, Minggu (25/2).

Pada pertemuan yang digelar diruang pola kantor Walikota itu, Wako AJB menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Jambi dan jajaran.

"Kehadiran bapak kapolda hari ini adalah simbol NKRI kita," sebut Wako.

Wako juga memaparkan kondisi umum dan potensi yang dimiliki kota Sungai Penuh.

"Potensi yang kami miliki hanya disektor perdagangan dan jasa. Maka itu yang kami dikembangkan. Kita tidak punya sumber daya alam seperti daerah lain," beber Wako.

Silaturahmi dihadiri Ketua DPRD, Fikar Azami, SH.MH dan anggota dewan, unsur Forkompimda, para kepala SKPD, tokoh masyarakat, tokoh ulama, pemuda, tokoh wanita dan warga masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Jambi Brigjen Pol Drs Muchlis, AS.MH, dalam arahannya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menumbuhkembangkan  nilai - nilai kebersamaan  seperti yang diajarkan orang tua -orang tua dari dulunya.

"Mari kita jaga persatuan dan kedamaian," imbuhnya. (Humas)
Share:

Friday, 23 February 2018

ADIROZAL Dan MONADI Mulai Kuasai Basis ZAINAL Di TANCO dan Danau Kerinci



Kerinci.Lacaknews- Tensi politik menjelang pemilihan bupati Kerinci 27 Juni 2018 mulai meriah.

Para pasangan calon sedang gencarnya melakukan sosialisasi. Terlihat beberapa hari terakhir para timses sibuk memposting foto kandidat masing-masing.

UNTUK IKUT VOTE CALON BUPATI KERINCI 2018 KLIK DISINI

Yang menarik dari postingan itu. Hampir 90 % memposting foto sosialisasi di wilayah basis ZA. Terlihat postingan dari tim MODIS sedang pengukuhan puluhan timses di desa Tanjung Tanah, yang hanya berjarak 1 km dari rumah pribadi Zainal. Sebelumnya tim modis juga memposting foto pengukuhan di Koto petai Tanah Cogok yang juga basis inti dari Zainal .

Selain itu Jum'at (23/2/2018) Monadi- Edison juga melantik tim di desa Pulautengah Keliling danau.

Sementara IWAN PELANI Anggota DPRD Kerinci dari Partai Amanat nasional dari desa Cupak Danau Kerinci sudah membentuk Tim ARMI (Adirozal-Ami Taher) yang rata-rata tim ini dari Kerinci Hilir. Desa cupak juga berjarak sekitar 2 km dari kediaman Zainal.

Ditempat lain Subur Budiman Angggota DPRD Kerinci dari Hanura  juga terlihat melakukan kinsilidasi TIM ADAM di Batang Merangin.

Menurut pengamat dari tokoh muda Kerinci Hilir Agus Hendrianto menyebutkan. Bahwa mustahil kerinci hilir bisa bersatu. Karna masyarakat sudah cerdas.

Lihat saja di basis ZA Tanco dan Danau Kerinci Modis dan Adam sudah berbagi suara dengan ZA. Khusus di Keliling Danau ZA hanya kuat di desa Pancuran Bangko, di Keliling Danau ada 32 desa. Untuk Keliling Danau 31 desa lainnya suara akan terbagi untuk ADAM,MODIS dan ZA.

"Mustahil suara dari hilir ke ZA semua. Di Tanco dan Danau Kerinci saja suara terbagi" sebut nya.

" Kalau untuk Keliling Danau ZA hanya baru kuasai 1 desa Pancuran Bangko. 31 desa lainnya tetap suara akan terbagi untuk ADAM,MODIS dan ZA" tambahnya.(Adk)

Share:

Hasil Voting Lacak News Hari Ke 12, Pasangan ZAINAL -Arsal Hanya Dapat Dukungan 3 %


Kerinci.Lacaknews- Voting Lacaknews sudah berlangsung 12 hari. Persaingan antara pasangan ADI-AMI dengan Monadi - Edison berjalan ketat.

Voting Calon Buti Kerinci 2018 Klik Disini

Hasil Voting sementara pada tanggal (23/2/2018) Untuk posisi teratas masih duduki ADI - AMI 52 % disusul  Monadi -Edison 43 % dan ZA-AA 3%.

Monadi-Edison pada hari kelima (17/2/2018) Vote sempat menduduki posisi puncak dengan perolehan suara 49% ,Adi-Ami 46%,ZA-AA 4%.

Sementara padangan ZA-AA kurang mendapat pilihan dari para Voter. Dari hari pertama sampai hari ke 12 voting pasangan ini hanya mampu mendapat angka 3%.

Padahal ZA-AA memiki basis yang besar. Ketua LSM SEMUT MERAH yang baru dapat penghargaan Andalas Award berpendapat bahwa. Masyarakat sudah jeli dalam menentukan pilihan. Karna mereka tidak mau di kotak-kotakkan.

Aldi juga menyebutkan bahwa di desanya Penawar, semua pasangan calon mempunyai Tim dan simpatisan yang kuat.

" Masyarakat sudah pintar sekarang. Mereka tidak mau dikotak-kotakkan. Desa saya saja di Penawar TIM dan Simpatisan ADAM dan MODIS sangat kuat" sebut nya.(doc lacak)




Share:

Thursday, 22 February 2018

Terus Jalin Silaturrahmi Dengan Polda, Ini Perjalan LSM SEMUT MERAH


Jambi.Lacaknews- Lembaga Suadaya Masyarakat Semut Merah (LSM SEMUT MERAH) yang didirikan oleh para aktivis Kerinci dan Sungaipenuh ( Zalmianto, Aldi Agnopiandi, Reva Yudin dan Ahmad) pada bulan Juni 2016.

Saat deklarasi pertama LSM SEMUT MERAH langsung mengadakan orasi damai di bundaran PLN Lapangan Merdeka Sungaipenuh yang di ikuti oleh puluhan anggota.

Pada deklarasi itu LSM SEMUT MERAH mengkritisi Pemerintah Kota Sungaipenuh. Karna kondisi Kota Sungaipenuh sedang di banjiri sampah. Dikarenakan ada permasalah tempat pembuangan sampah yang tidak jelas.

Diakhir tahun 2016 LSM Semut merah kembali menyuara aspirasi masyarakat tentang Toto Gelap ( TOGEL) yang sudah meresahkan masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, Ketua LSM SEMUT MERAH Aldi dan Pembina Anto Black. Langsung membawa kasus ini pada Kapolda Jambi yang saat itu masih di jabat oleh Brigjen Yasid Fanani.



Kapolda saat itu langsung merespon positif dan mengambil tidakan tegas pada bandar Togel yang ada di Kerinci. Tindak tanggung tanggung Brigjen Yasid Fanani mengajak petinggi Polda Jambi untuk sering. Diantaranya Kapolda ( saat ini Bid Hukum dan HAM BIN Mabes Polri Irjen Yazid Fanani ) Waka polda ( Saat ini kepal BNN Bengkulu BRIGJEN Nugroho Aji Wijatyanto) ,   Irwasda ( Saat ini sebagai Kapolda Jambi Brigjen Muchlis AS) , Direskrim Umum Kombes Anis Darmawan , Karo SDM ( saat ini bid SDM Mabes Polri Kombes Purwo Laleno),Wadir intel (Saat ini Dir Intel Polda Sulawasi Tengah Kombes Pol Lilik Aprianto)

Salah satu dari petinggi polda saat itu Brigjen Muchlis AS . Sekarang di percaya oleh Kapolri Tito Karanavian menjabat sebagai kapolda Jambi sejak 11 Januari 2018 menggantikan Irjen Priyo Widyanto yang saat ini menjabat Kapolda Kalimantan Timur.

Kamis 22 februari 2018 Ketum LSM SEMUT MERAH Aldi kembali meng hadap kapolda dalam rangka silaturrahmi. Pada saat silaturrahmi Kapolda Brigjen Pil Muchlis AS menyambut baik kehadiran dari LSM SEMUT MERAH.

Aldi saat di konfirmasi (22/2/2018). Menyebutkan, bahwa hubungan LSM SEMUT MERAH dengan Polda Jambi masih tetap terjalin dengan baik. Bahkan kapolda menitipkan salam untuk semua anggota LSM SEMUT MERAH, CEO LACAK NEWS dan seluruh masyarakat Kerinci.

" Silaturrahmi masih terus terjalin. Pak kapolda bahkan titip salam pada semua masyarakat Kerinci"Sebutnya.

Kapolda Jambi Brigjen Pol Muchlis AS berharap LSM SEMUT MERAH dan LACAK NEWS ikut berperan dalam mengawasi jalannya Pilkada di provinsi Jambi Khususnya Kerinci. Serta mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menghadapi Pilkada.

" Saya harap LSM SEMUT MERAH dan LACAK NEWS bisa ikut mengawal pilkada di Kerinci. Agar pemilihan bupati Kerinci bisa berjalan dengan damai" Sebut Kapolda.(Abl)
Share:

Saturday, 17 February 2018

CEO Lacak News Buat Petisi Untuk Presiden RI, Tolak Nama Gunung Kerinci Di Ganti



BERI DUKUNGAN ANDA DISINI : TOLAK NAMA PUNCAK GUNUNG KERINCI MENJADI PUNCAK JOKO WIDODO

Kerinci.Lacaknews- Adanya pemberitaan salah satu media online dari Sumatera Barat yang memberitakan tentang ke inginan  Solok Selatan untuk merubah nama puncak gunung Kerinci dengan nama puncak Joko Widodo.

Dikutip dari Radiotemansejati.Com  "Para pegiat pariwisata Sumatera Barat dan Sekretariat Bersama Pendakian Kerinci Solok Selatan mengusulkan pemberian nama puncak kerinci dengan nama Presiden ke-7 Republik Indonesia yaitu, Puncak Joko Widodo.


Hal tersebut didukung oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Irwan Afriadi ketika menghadiri pelepasan pendakian perdana Gunung Kerinci Via Solok Selatan di Bangun Rejo, Kamis (15/2).
“ini merupakan bentuk apresiasi kita kepada beliau (Jokowi). Pada waktu acara HPN (Hari Pers Nasional) beliau melakukan promosi yang sangat luar biasa di depan 26 Duta Besar Negara Luar, banyak Menteri, dan dihadiri oleh ratusan Media Lokal, Nasional dan Internasional,” ujar Irwan."

Berbagai kalangan dari pecinta alam maupun masyarakat Provinsi Jambi khususnya Kerinci merasa keberatan dengan usulnya pergantian nama tersebut. Karena mereka menganggap gunung kerinci merupakan wilayah Kabupaten Kerinci, sehingga tidak boleh dilakukan pergantian nama secara sepihak oleh Sumbar.

Untuk merespon rencana dari para penggiat pariwisata Solok Selatan. CEO Lacak News Zalmianto.S.Kom langsung merspon dengan membuat PETISI pada akun FB SIKE LACAK  untuk menolak Nama Puncak Gunung Kerinci menjadi nama Puncak Joko Widodo. Petisi ini ditujukan langsung pada presiden Republik Indonesia.

Zalmianto mengajak seluruh masyarakat provinsi Jambi untuk ikut berpartisipasi pada Petisi ini. Karna Gunung Kerinci merupakan kebanggaan dan Icon Jambi.

" Saya harap seluruh masyarakat se provinsi Jambi untuk ikut mendukung petisi ini. Sebab Gunung Kerinci merupakan Icon wisata Provinsi kita"Ucap nya. (Rhd)
Share:

Vidio Alwin Kincai Tumbangkan Handi Pandini Di TV ONE


 



Share:

Sekjen DPD PAN Kerinci : Kader Yang Mundur Kebanyakan Orang Baru



10 Orang Kader PAN Mengundurkan Diri, Ini Kata Sekjen DPD PAN Kerinci

KERINCI, LACAKNEWS- Pasca keluarnya surat instruksi DPW PAN Provinsi Jambi, yang isinya setiap kader DPD PAN Kerinci harus mendukung paslon Adirozal - Ami Taher di pilbup Kerinci. Sepuluh orang pengurus DPD PAN Kerinci pendukung setia pasangan Monadi-Edison mengundurkan diri dari DPD PAN Kerinci.

Mereka yang mengundurkan diri itu adalah ketua MPP DPD PAN Kerinci H Murasman yang tidak lain adalah ayah kandung Monadi Murasman, Kasmanto, Dori Liwan Dinata, Kusni Darmadi, Dobol, Erfan Kamaruddin, Herman Hadi, Syahbudin, Datril Fahrizal dan Ronny Setiawan.

" Dari 10 orang kader kita yang mengundurkan diri hampir seluruhnya adalah kader baru, hanya sauadara Kasmanto yang pernah mengikuti Latihan Kader Amanat Dasar (LKAD)  Partai Amanat Nasional". Ujar Muhardi, SP Sekjen DPD PAN Kerinci.

Lebih lanjut Muhardi mengatakan Kader PAN yang mengundurkan diri setelah adanya surat Intruksi dari DPW PAN Provinsi Jambi beberapa hari yang lalu, bagi Kader PAN yang tidak bisa mengikuti intruksi tersebut maka PAN tidak bisa mempertahankan mereka jika mereka ingin mengundurkan diri.

" Kader kita yang mengundurkan diri hampir seluruhnya belum genap 1 tahun menjadi Kader PAN Kab Kerinci kecuali saudara Kasmanto, ya kita tidak bisa menahan mereka karena itu sudah menjadi pilihan mereka. Itu bukanlah sesuatu hal yang luar biasa, dalam berpartai sudah menjadi hal yang biasa apabila kader ingin mengundurkan diri." Muhardi menambahkan.

"Walaupun secara kepartaian mereka telah mengundurkan diri, namun secara pribadi mereka masih tetap saudara - saudara kami. Jalinan silahturahmi masih tetap terjaga walaupun berbeda pandangan dalam Pilkada 2018 mendatang." terang Muhardi (cdr)
Share:

Jangan Lawatkan Alwin Kincai Vs Handi Pandi Malam Ini





Baca juga Alwin Kincai Menang Lagi

IKUT VOTE CALIN BUPATI KERINCI 2018 KLIK DISINI

Sumber : VIVA.Co.Id

JAKARTA.Lacaknews – One Pride Mixed Martial Arts Fight Night 16 kembali menyajikan lima pertarungan terbaik pada Sabtu 17 Februari 2018. Mulai pukul 22.00 WIB, para penikmat beladiri campuran nasional bisa menyaksikan aksi dari 10 petarung di atas oktagon.
Duel yang tersaji memang berstatuskan perbaikan peringkat. Namun, tensi laga dipastikan tetap sengit.
Ada dua srikandi One Pride yang bakal bentrok. Adalah Wulandari kontra Kharisma Wati dalam partai perbaikan peringkat kelas Woman Straw.
Selain itu, di kelas Welter ada Handi Pandini vs Alwi Kincai. Laga ini dipastikan bakal seru dan adu pukul mengingat Alwi yang dikenal brutal di dalam oktagon.
Selanjutnya, di kelas Bantam bakal bentrok petarung dari Rambo Muaythai, Nurdiono vs Handi Prayitno dari Balikpapan Fight Club.
Berikut jadwal duel One Pride MMA, Sabtu 17 Februari 2018:
Partai perbaikan peringkat kelas woman straw
Wulandari versus Kharisma Wati 
Partai perbaikan peringkat kelas welter
Handi Pandini versus Alwi Kincai
Partai perbaikan peringkat kelas bantam
Nurdiono versus Handi Prayitno
Partai perbaikan peringkat kelas featherweight
Nandhitya Rumambi versus Iqram Kamil
Partai peringkat kelas straw
Guardiola Lumihi versus Brando Mamana


Share:

Friday, 16 February 2018

Profil Pencipta Tari Ngagah Harimau



Lingkungan Keluarga dan Masa Kecil
Harun Nahri/Harun Pasir (Gelar Depati Cayo) dilahirkan di Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci – Jambi pada tahun 1941. Nama asli Harun Nahri adalah Harun Pasir. Nahri merupakan nama ayahnya. Ia memakai nama Harun Nahri setelah ayahnya meninggal. Hal itu dilakukannya sebagai tanda penghormatan kepada ayahnya.
Harun Nahri merupakan putra dari pasangan H. Nahri dan Hj. Sa’adiyah. Harun Nahri adalah anak pertama dari sepuluh orang bersaudara. Adapun diantara saudara-saudaranya yaitu Mawardi (almarhum), Sudirman (almarhum), Nursina, Hasmar (Almarhum), Sukiman, Marjuned, Na’imah, Sukanto, dan Mu’alim. Adiknya Mawardi dan Sudirman meninggal sekitar tahun 1957 karena penyakit cacar. Pada tahun 1957, di Negeri Pulau Tengah muncul wabah penyakit cacar yang luar biasa sehingga menyebabkan puluhan penduduk meninggal dunia. Hingga saat sekarang, orang-orang yang sembuh dari penyakit tersebut masih kelihatan bintik-bintik hitam bekas penyakit tersebut.
Ayah Harun Nahri yaitu H. Nahri seorang penduduk asli Negeri Pulau Tengah. Ayahnya meninggal dunia pada tahun 1970-an, sementara ibunya Hj. Sa’adiyah juga penduduk asli Negeri Pulau Tengah dan meninggal pada tahun  2008. Pekerjaan kedua orang tua Harun Nahri adalah petani. Keluarga mereka bukan dari keluarga berada dan kaya. Mereka adalah sebuah keluarga sederhana, namun secara ekonomi sudah mencukupi.
Hingga akhir dekade tahun 1980-an, tingkat ekonomi masyarakat Negeri Pulau Tengah tergolong baik. Hal itu, dikarenakan negeri Pulau Tengah adalah penghasil buah jeruk manis. Pada waktu itu, jeruk manis tumbuh subur di Pulau Tengah. Jeruk Pulau Tengah merupakan jeruk yang sangat baik dan terkenal hingga ke luar Kabupaten Kerinci. Hingga saat ini, bibit-bibit jeruk asli Pulau Tengah masih dibudidayakan oleh beberapa orang penduduk. Namun, pada sekarang tingkat pertumbuhannya tidak begitu baik dan pada umumnya berumur pendek.      
Hampir setiap keluarga di Negeri Pulau Tengah memiliki pohon jeruk, minimal 4 batang. Jika dilihat dari tempat ketinggian, Negeri Pulau Tengah penuh dan ditutupi oleh pohon jeruk. Itulah keistimewaan Negeri Pulau Tengah hingga akhir tahun 1990-an. Memasuki tahun 1990-an, pohon jeruk tersebut mulai musnah dan diganti dengan tanaman baru yaitu jambu air. Sebagaimana pohon jeruk, pohon jambu air tumbuh subur dan menutupi Negeri Pulau Tengah. Selain itu, sebahagian besar penduduk Negeri Pulau Tengah memiliki ladang Kulit Manis (Cassiavera). Hingga saat ini, kebun-kebun di Kabupaten Kerinci ditanami dengan tanaman kulit manis. Pohon Jeruk dan Kulit Manis menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Pulau Tengah. Sekarang kedua komoditas tersebut tidak dapat diandalkan lagi oleh penduduk.
Berbicara tentang masa kecil Harun Nahri, banyak pengalaman-pengalaman menarik yang dilaluinya. Pada masa agresi militer Belanda II tahun 1949, Harun Nahri bersama keluarga dan masyarakat Pulau Tengah harus tinggal di hutan hingga berbulan-bulan karena situasi perang. Pada waktu itu, sebahagian besar penduduk mengungsi ke arah sebelah selatan Koto Putih (Telago). Karena situasi dan kondisi pada waktu itu, Harun Nahri dan keluarganya bersama para pengungsi di Koto Putih harus berpindah-pindah ke arah timur hingga ke ladang Plok Panjoa sebelah selatan desa Jujun sekarang (sekitar 5 Km dari pusat pemukiman penduduk Pulau Tengah). Situasi perang dan tinggal di pengungsian mewarnai masa kecil Harun Nahri.
Harun Nahri menikmati masa kecilnya sebagaimana anak-anak di sekitar lingkungannya. Harun Nahri merupakan anak yang sangat disayangi di kalangan keluarganya. Harun Nahri adalah sosok yang dari kecilnya banyak bertanya dan senang mengobrol. Selalu saja ada bahan yang ingin dibicarakannya. Sebagai anak yang disayangi, lingkungan keluarga memberikan kebebasan bagi Harun Nahri untuk berekspresi dan bertindak selama yang dilakukannya tidak menyimpang.
Harun Nahri bermain dengan teman-temannya. Pada waktu kecil, ia senang mencari ikan di sungai-sungai kecil bersama teman-temannya. Selain itu, Harun Nahri pada waktu kecil sangat suka memperhatikan beberapa warga yang bekerja di sawah. Hal itu disebabkan adanya gerakan mencangkul yang dilakukan secara serentak oleh banyak orang dan kemudian diiringi dengan nyanyian-nyanyian. Perilaku tersebut dilakukan penduduk untuk menambah semangat dalam bekerja. Ia pun sering mengikuti alunan lagu yang dibawakan oleh warga yang sedang bekerja secara gotong royong itu.
Pada waktu itu, irama lagu sering digunakan penduduk untuk menambah semangat dalam bekerja. Dalam bergotong-royong seperti menderek kayu-kayu besar untuk kebutuhan pembangunan masjid, sering dinyanyikan lagu-lagu secara serentak. 
Perkenalan dengan seni tradisional juga dilalui Harun Nahri dalam lingkungan keluarga. Sejak kecil ia telah diperkenalkan oleh kakeknya Su’ib Maruf dengan kesenian Seruling Bambu. Selain itu, kesenian Seruling Bambu juga diperkenalkan oleh Ustadz Arifin tempat ia belajar mengaji. Pada waktu itu, kesenian seruling bambu banyak digemari dan berkembang dalam masyarakat Pulau Tengah.
Faktor dalam lingkungan keluarga ikut mendukung proses pembentukan kreativitas kesenian pada diri Harun Nahri. Orang tua Harun Nahri adalah seorang yang juga berkecimpung dalam sistem adat di Pulau Tengah.

Latar Belakang Pendidikan
Harun Nahri termasuk anak yang cerdas. Ia memiliki daya ingat yang tinggi. Pada tahun 1950, ia masuk Sekolah Rakyat (SR) di desa Koto Tuo Pulau Tengah. Di sekolah tersebut, ia dikenal sebagai seorang anak yang pintar dan berprestasi. Sementara pendidikan agama lebih banyak ia dapatkan dari orang tuanya di rumah. Selain itu, ia juga belajar silat. Di Negeri Pulau Tengah pada waktu itu banyak berdiri perguruan-perguruan silat. Dalam hal ini, sangat hina bagi pemuda-pemuda Pulau Tengah kalau tidak bisa silat. Pada masa itu berkembang beberapa aliran silat, seperti Kuntao, Sinjing, dan Terlok. Kondisi demikian mendorong Harun Nahri terlibat dalam kegiatan persilatan, dalam hal ini ia tergabung dalam aliran silat Terlok.
Selain aliran-aliran silat tersebut, terdapat juga aliran Cilak Usiu (silat dusun) yang lebih dikenal dengan istilah Cilak Imo (Silat Harimau). Silat Harimau dipelajari oleh orang-orang tertentu karena tidak sembarangan orang yang bisa menguasainya, syarat-syarat yang harus dipenuhi sangat berat seperti menangkap bayangan elang yang sedang terbang dan bertapa di dalam rimba selama beberapa hari. Untuk menguasai aliran silat tersebut, dibutuhkan usaha dan perjuangan yang keras. Aliran silat tersebut biasanya diberikan kepada para pemuda yang telah menginjak usia dewasa terutama bagi para pemuda yang akan merantau sebagai bekal untuk melindungi diri. Harun Nahri sendiri memperoleh silat harimau setelah menginjak usia dewasa.
Setamat SR, pada tahun 1957 Harun Nahri melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) di Kota Sungai Penuh yang terletak di Desa Hamparan Rawang sekitar 17 Km dari Negeri Pulau Tengah. Karena lokasi sekolah yang jauh dari rumah, Harun Nahri terpaksa tinggal di Sungai Penuh dengan menyewa rumah bersama teman-temannya. Seminggu sekali ia kembali ke Pulau Tengah dengan berjalan kaki.
Di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) tersebut, prestasinya tetap bagus. Pada saat ini bakat seninya mulai kelihatan dan ia pun mulai lebih serius mendalami bidang seni. Mamaknya Jamaludin Asnawi yang tinggal di Malaysia mengetahui bahwa Harun Nahri senang dengan musik. Pada saat pulang kampung, mamaknya memberikan oleh-oleh sebuah Biola. Harun Nahri sendiri bingung apa yang harus dilakukan dengan biolanya tersebut. Biola tersebut merupakan sarana bagi Harun Nahri untuk meningkatkan kemampuannya di bidang seni.
Harun Nahri hanya belajar sedikit kepada mamaknya tentang cara memainkan biola karena mamaknya harus kembali ke Malaysia. Biola tersebut, sering di bawa ke sekolah untuk dipelajari bersama teman-temannya dengan harapan ada salah seorang temannya yang menguasai alat musik tersebut. Namun, tidak seorang pun teman-temannya yang mengerti dengan biola.
Setiap jam istirahat atau diwaktu senggang ia rajin memainkan biolanya sendiri berbekal dari apa yang telah diajarkan oleh mamaknya. Pada saat Harun Nahri asik-asiknya memainkan biola di pintu kelas, terlihat oleh seorang guru. Guru itupun menyarankan kepadanya untuk menemui seorang yang bernama Maknur, ahli musik biola di Kabupaten Kerinci pada saat itu. Maknur tertarik dengan minat yang dimiliki Harun Nahri dan kawan-kawannya, sebab pada saat itu sulit sekali ditemui orang yang bisa bermain biola di Kabupaten Kerinci. Sejak saat itu, Harun Nahri sering berkunjung ke rumah Maknur untuk mempelajari alat musik biola. Hingga saat ini, hubungan Harun Nahri dengan keluarga Maknur masih terjalin dengan baik. Harun Nahri berusaha membalas budi baiknya dengan memberikan bimbingan kepada salah seorang anak Maknur yang memilki bakat di bidang kesenian lagu-lagu daerah Kerinci.
Pada tahun 1959, Harun Nahri harus pindah sekolah ke SMP Bakti di Sungai Penuh. Hal itu disebabkan oleh hukuman yang diberikan oleh guru yang menjadi wali kelasnya sendiri karena Harun Nahri melanggar peraturan yaitu terlambat datang ke sekolah. Harun Nahri, sebagai seorang anak yang mulai menginjak usia remaja, memiliki sikap dan perilaku yang labil. Pengaruh dari teman-teman dan pemuda di sekitar rumahnya yang  mengatakan bahwa pantang bagi seorang laki-laki Pulau Tengah ditampar oleh seorang perempuan. Tidak ingin dianggap pengecut, Harun Nahri membalas perbuatan tersebut dengan melontarkan anak peluru ketapel dari batu kepada gurunya tersebut. Perbuatan tersebut diketahui oleh guru-guru lainnya sehingga mengakibatkan Harun Nahri dikeluarkan dari sekolah. Meskipun demikian, Harun Nahri sempat meminta maaf kepada guru tersebut setelah diberi pengertian oleh orang tuanya. Orang tua Harun Nahri selalu menekankan sikap terbuka kepada Harun Nahri. Sikap tersebut menjadikan Harun Nahri seorang individu yang mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan.
Pada tahun 1961, Harun Nahri melanjutkan pendidikannya ke SMA swasta yang bernama SMA Harapan. Di SMA Harapan Ia belajar sore hari karena pagi hari sekolah tersebut dipakai untuk SGA. Pada saat belajar di SMA tersebut ia mulai bergaul dengan orang-orang yang memiliki bakat seni seperti Iskandar Zakaria yang sekarang menjadi seorang Budayawan dan seniman di Kabupaten Kerinci. Dengan demikian, Harun Nahri dapat bertukar pikiran dan berbagi ilmu dengan sesama orang yang memiliki bakat seni. Hingga saat ini, keduanya masih berkomunikasi dengan baik, saling mengisi kekurangan dan sebagainya.
Di masa SMA, aktivitas Harun Nahri di bidang seni meningkat, terlebih setelah Ia bersama teman-temannya Iskandar Zakaria, Efendi Suhur, Muklis Jalil dan Janwar membentuk sebuah group musik, akibatnya ia pun terkadang meninggalkan sekolah. Semua teman-temannya itu berasal dari keluarga terpandang dan kaya. Oleh sebab itu, mereka mampu menyediakan alat-alat musik dan mendirikan sebuah group musik.
Karena kesibukan latihan kesenian,  prestasi sekolah pun menurun. Hal itu pula yang menyebabkan Harun Nahri putus sekolah ketika duduk di kelas II pada tahun 1962. Meskipun telah putus sekolah, ia tetap berkomunikasi dengan teman-temannya terutama Iskandar Zakaria. Aktivitasnya dalam bidang kesenian terus dijalankan oleh Harun Nahri karena kesenian telah menjadi kegemaran baginya.
Setelah putus sekolah, Harun Nahri hanya tinggal di Pulau Tengah membantu pekerjaan orang tuanya. Harun Nahri kadang menghabiskan waktu senggangnya dengan duduk-duduk di kedai-kedai kopi dan mengobrol dengan siapapun yang ia temui. Seperti telah diuraikan di depan bahwa sejak kecil Harun Nahri sangat senang mengobrol. Perilaku seperti itu membuat Harun Nahri menguasai mantra-mantra yang terdapat di Pulau Tengah. Dari obrolan-obrolan itu, Harun Nahri memperoleh berbagai informasi bahkan informasi tentang dunia mistik.
Pada tahun 1963, Harun Nahri menikah dengan Siti Jasera dan memperoleh lima orang anak, yaitu Muhaddiz sebagai anak pertama,  kemudian Eliya, Harjadinata, Mansurdin dan Asril. Karena Muhaddiz sebagai anak pertama, maka di lingkungan tempat tinggalnya Harun Nahri dipanggil ayang Muhaddiz (Ayah Muhaddiz). Ada kecenderungan penduduk di Negeri Pulau Tengah untuk tidak menyebutkan nama seseorang yang telah menjadi seorang ayah, melainkan dipanggil ayah yang diikuti dengan nama anak pertama. Muhadiz merupakan anak satu-satunya yang menurunkan sifat ayahnya yaitu memiliki bakat di bidang seni.
Di samping itu, periode 1960-an, Harun Nahri telah belajar ilmu kebatinan kepada Mangku Abu. Karena mendalami ilmu kebatinan, Harun Nahri pun mulai diperkenalkan dengan istilah Ninek Tragea (Nenek Telago) yang merupakan salah seorang nenek moyang penduduk Pulau Tengah yang dianggap keramat dan Mangku Gunung Rayo Raja Kerajan Harimau di Negeri Pasmah. Ilmu kebatinan yang dipelajari Harun Nahri itulah yang kemudian menjadi pendukung terhadap beberapa karya seni yang dihasilkannya.   

Pergaulan Dalam Masyarakat
Di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, Harun Nahri lebih dikenal dengan panggilan Ayang Muhaddis (Ayah Muhaddis). Dalam pergaulan sehari-hari, sejak kecil Harun Nahri dikenal sebagai orang yang jujur, apa adanya serta mudah bergaul karena ia memiliki sifat terbuka dan senang berbicara dengan siapa saja tanpa memandang usia, kedudukan dan sebagainya serta tidak pernah menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain. Disela-sela perbincangan, Harun Nahri sering menyisipkan cerita-cerita dan lagu-lagu lucu yang membuat semua orang tertawa. Oleh karena itu, Harun Nahri juga dikenal sebagai orang yang pintar menghibur orang lain. Hal itu pula yang menyebabkan ia disenangi oleh banyak orang terutama di kalangan murid-muridnya karena sifatnya yang pandai menghibur.
Karena sikapnya yang demikian, sejak tahun 1974 Harun Nahri diangkat menjadi juru tulis adat hingga tahun 1994 atau selama 20 tahun. Di Negeri Pulau Tengah, para pemuka adat yang dipilih oleh rakyat termasuk juru tulis adat adalah orang yang benar-benar bersih dan memiliki sikap dan perilaku baik dan menunjukkan jiwa kerakyatan yang tinggi. Harun Nahri dikenal sebagai seorang yang pemurah dan senang membantu orang lain dengan ikhlas.   
Selama menjadi juru tulis adat, maka Harun Nahri memperoleh berbagai informasi dan memiliki pengetahuan tentang adat tradisional dan seni budaya Pulau Tengah. Dari sanalah ia mulai mengenal Upacara Ngagoah Imo (Mengagah Harimau) secara lebih mendalam. Bergaul dengan orang-orang adat membuat Harun Nahri mengenal cerita-cerita rakyat seperti RanjiTmbea (Tambo).
Karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, Harun Nahri menggali budaya-budaya lama. Sebagian besar informasi didapatkan dari orang-orang tua seperti Adi Abdullah Sani (Urang Tuo). Sejak saat itu, aktivitas di bidang seni tradisional mulai dilakukannya. Berbekal dari bakat seni yang tinggi, Harun Nahri  berusaha melestarikan kesenian tradisional terutama tari-tari tradisional yang yang terdapat pada saat pelaksanaan upacara-upacara adat. Lingkungan sosial tradisional telah mengantar Harun Nahri menjadi seorang seniman tradisional.

Harun Nahri adalah sosok individu yang lahir dalam kehidupan masyarakat yang diwarnai oleh lingkungan sosial budaya tradisional. Lingkungan sosial budaya tradisional yang mengandung berbagai unsur seni telah memberikan pengaruh terhadap karakter dan kreativitas pribadi Harun nahri hingga memiliki bakat yang tinggi dibidang seni tradisional. Selain itu, lingkungan pergaulan di sekolah ikut berperan dalam mengembangkan bakat seni yang dimiliki Harun Nahri. Lebih utama adalah lingkungan keluarga yang memberikan kebebasan dan dukungan bagi Harun Nahri untuk mengekspresikan diri.             
            Harun Nahri adalah seorang seniman yang paling berbakat di Negeri Pulau Tengah. Ia peka terhadap lingkungan sosial budaya dan alam yang ada di sekitarnya. Berbagai sikap dan perilaku masyarakat di sekitarnya menjadi bahan dalam setiap karya seninya. Oleh karena itu Harun Nahri dijuluki sebagai seorang seniman alam. Ia telah menggali dan menghasilkan berbagai bentuk karya seni yang menarik dan unik yaitu tari Satai Ninek Keramak, Ya Dahdan, Mengagah Harimau, Ratib Saman, Turun Ke Sawah, Tuhau Kelamboa, Rangguk Ayok permainan Lukah Gilo, Ngadiu Saa dan irama Perdoah.  
          Harun Nahri memiliki keinginan yang besar untuk mengembangkan kesenian tradisional Pulau Tengah. Usaha tersebut dilakukan dengan cara melatih para generasi muda melalui wahana sekolah sebagai sasarannya. Dalam perkembangannya, Harun Nahri memiliki keinginan mengembangkan seni dan budaya tradisional secara lebih luas, teratur dan kontinue. Usaha tersebut diwujudkan dengan membentuk sanggar seni Telago Biru sebagai wadah yang menampung para pemuda dalam mempelajari kesenian tradisional Pulau Tengah. berbagai macam karyanya diajarkan kepada para pemuda yang tergabung dalam sanggar tersebut.
            Kemampuan yang dimiliki Harun Nahri telah menjadikannya sebagai seorang seniman yang diakui di Kabupaten Kerinci. Harun Nahri adalah sosok yang dibutuhkan dalam usaha memajukan pariwisata budaya Kerinci. pada tiap-tiap acara Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci, Harun Nahri menjadi pelatih dan koreografer tari terutama tari massal.
Share:

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner