Thursday, 29 March 2018

Jamaah Umroh Asal Kerinci Belum Jelas Nasipnya, Perwakikan BMP Travel Di Sungaipenuh Bellm Bisa Dikonfirmasi

Foto Istimewa
Kerinci.Lacaknews-  Terkait adanya puluhan jamaah UMROH dari Kerinci dan Sungaipenuh yang teelantar di Malaysia. Para keluarga jamaah belum mendapat keterangan resmi dari BMP Travel.
Lacaknews sudah mencoba menghubungi kantor BMP Travel yang beralanat di Jl. S.Parman Ulak Karang, Padang Sumatera Barat Telp. (0751) 41886.
Namun nomor yang kami hubungi tidak ada yang mengangkatnya. Pihak Agen BMP yang berada di Sungaipenuh juga belum dapat di hubungi atau di konfirmasi.
Sementara keluarga jamaah masih menunggu informasi kejelasan tentang keluarga mereka.
Dikutip dari berita KABARSUMBAR.Com Bahwa : 
" Pemilik Bumi Minang Pertiwi (BMP) Tour dan Travel selaku penyelenggara umrah, Edi Kurniawan angkat bicara terkait adanya jemaah umrahnya yang terlantar saat ini di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (28/3/2018).
Melalui via pesan What’s App kepada Kabarsumbar, Edi menyampaikan permintaan maafnya atas penundaan keberangkatan umrah dan terkait kondisi BMP saat ini.
Dalam pesan tersebut, Edi menyampaikan ada sejumlah langkah yang diambil pihaknya.
Adapun langkah-langkah tersebut diantaranya :
  1. Memaksimalkan perjalanan kepulangan jemaah BMP yang sedang berada di Kuala Lumpur dan Saudi.
  2. Mereschedule (menjadwal ulang) keberangkatan terhitung 28 Maret 2018 ke Oktober, November dan Desember 2018.
  3. BMP telah mendapatkan jaminan dari mitra travel yang bisa memberangkatkan pada bulan Oktober, November dan Desember 2018.
Masih dalam pesan tersebut, Edi juga menjamin jika pihaknya akan mengumpulkan jemaah masing-masing daerah, dan akan hadir bersama pihak penjamin mitra travel.
Terakhir, Edi menjamin, jika BMP Pusat sebagai penyelenggara akan bertanggungjawab. “Agar jamaah aman dan pasti. Insyallah semua jamaah BMP Travel akan kita berangkatkan 6-7 bulan kedepan,” tulisnya dalam pesan What’sApp saat dihubungi Kabarsumbar, Rabu.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan jamaah asal Indonesia terlantar di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu. Diduga puluhan Jamaah Umrah asal Sumbar terkantung-katung di Kuala Lumpur International Airport, Malaysia.
Bahkan, belum mendapat titik terang keberangkatan ke Tanah Suci, melalui jasa pemberangkatan Bumi Minang Pertiwi (BMP) Tour dan Travel.
Salah seorang keluarga jamaah umrah di Padang, Sumbar, Al Fadly Rhany Syahrul, 32 kepada Kabarsumbar, mengatakan seharusnya orangtuanya dan saudaranya telah berada di Mekkah, Minggu lalu (25/3/2018). Tapi, hingga Rabu (28/3/2018) masih berada di Malaysia.
“Kelurga saya bersama rombongan jamaah umrah saat ini tengah berada di Malaysia dan tidak jadi berangkat melaksanakan ibadah suci di sana,” ujar Fadly di Jsix Caf√©, Kota Padang, Rabu sore." 
Di berita Republika.Co.Id atau IHRAM.CO.ID, PADANG menulis
" Ratusan peserta umrah asal Sumatera Barat (Sumbar) yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci telantar di Kuala Lumpur, Malaysia. Bahkan, mereka batal berangkat karena tidak mendapatkan tiket menuju Arab Saudi dari biro perjalanan umrah PT Bumi Minang Pertiwi (BMP).
"Saya membawa 91 orang dijanjikan berangkat 26 Maret 2018. Tiba di Kuala Lumpur untuk berangkat keesokan harinya (27/3), ternyata tiket tidak bisa dicetak. Padahal, biaya sudah dibayar lunas," kata pimpinan biro perjalanan umrah PT Rindu Baitulah, Epi Santoso, saat dihubungi dari Padang, Kamis (29/3).
Dia mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan PT BMP untuk memberangkatkan 91 jamaah dan sudah membayar lunas paket senilai Rp 1,7 miliar atau Rp 19 juta per orang, tetapi batal berangkat. Akibatnya, kata Epi, pihaknya harus menanggung biaya penginapan seluruh jamaah dan tidak ada kepastian berangkat.
Dia harus mengeluarkan uang untuk biaya kepulangan seluruh anggota ke Padang. "Kami dikhianati oleh BMP, padahal sudah dua tahun bekerja sama baik-baik saja," kata dia. Akhirnya, pada malam kedua hingga Rabu (28/3), pihaknya menanggulangi biaya hotel dan makan.
Kemudian, karena tidak ada kesepakatan berangkat, akhirnya ia juga memulangkan kembali seluruh jamaah ke Padang. Namun, karena tiket ke Padang penuh, jamaah dialihkan dulu ke Jakarta untuk kemudian diberangkatkan ke Padang.
Epi mengakui, saat ditanyakan apa penyebab jamaah tidak bisa berangkat ternyata kata agen setempat di Kuala Lumpur, biaya tiket belum dikirim oleh BMP dan pihak agen sudah banyak menalangi biaya jamaah dari BMP.
Ia juga prihatin, saat di Malaysia ternyata bukan hanya grupnya yang ditelantarkan BMP, tetapi juga ada sekitar 168 orang lain yang batal berangkat. "Bahkan, ada yang sudah pulang dari Tanah Suci, tapi tidak ada tiket ke Padang sehingga menginap di Bandara Kuala Lumpur dua malam," katanya
Akhirnya, karena tidak ada kejelasan, Epi secara resmi melaporkan pimpinan BMP Edi Kurniawan ke Polresta Padang dengan laporan penipuan dan penggelapan.
Terkait dengan komunikasi terakhir dengan pimpinan BMP, Epi mengatakan, pihak BMP berjanji akan menjadwal ulang keberangkatan pada musim umrah berikutnya.
Sementara, pimpinan BMP Edi Kurniawan saat dikonfirmasi melalui pesat WhatsApp tidak memberikan tanggapan apa pun terkait persoalan ini.
Saat kantor pusat yang berlokasi di Jalan S Parman didatangi, hanya ada sejumlah karyawan. Namun, mereka mengatakan tidak berkompeten untuk memberi keterangan dan hanya menerima pengaduan masyarakat. Selain itu, aktivitas BMP terlihat sudah dihentikan di kantor tersebut dan terlihat beberapa orang korban mendatangi lokasi untuk meminta kejelasan.(Net/Ant)

Share:

0 comments:

Post a Comment

KPU KOTA SUNGAIPENUH

KPU KOTA SUNGAIPENUH

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner