Monday, 23 April 2018

SMAN 2 Sungaipenuh Langganan Banjir, Siswa Jadi Korban


Sungaipenuh,Lacak - Jalan Depati Parbo Kota Sungaipenuh selalu jadi sorotan sejak dua tahun terakhir .  Dikarenakan lokasi nii selalu menjadi langganan banjir.

Senin (23/4/2018) banjir kembali merendam perumahan warga dan perkantoran yang ada di pinggiran jalan ini.

Hasil pantauan di lokasi, air meredam badan jalan dan SMAN 2 Sungaipenuh sekitar 75 CM. Akibat dari banjir ini. SMAN 2 di genangi air.

Salah seorang guru SMAN 2 menyebutkan. Air sudah masuk ke ruang Tata Usaha. Dia berharap pemerintah Kota Sungaipenuh segera untuk mencari solusi.

Akibat dari banjir ini. Para siswa harus berjibaku dengan derasnya aliran air yang desartai bebatuan untuk bisa pulang kerumah.

" Ruang TU sudah di penuhi air. Kami harap Pemkot Sungaipenuh segera untuk mencari solusi. Kasian para siswa yang harus lewat di aliran air yang penuh berbatuan" sebut nya.

" Kalau banjir ini tidak segera di atasi. Kosentrasi siswa untuk belajar akan terganggu. Dan bisa saja siswa menjadi korban laka lantas akibat banjir yang disertai bebatuan yang berserakan di badan jalan" tambah nya.

Selain itu warga yang rumahnya berada di depan SMAN 2 Alfred Yoza menyapaikan. Dari Kantor KPU  Kota Sungaipenuh, Dolog, SMAN 2, Dinas emberdayaan  KB,  Dinas Pemerintahan Desa,  Holla  swalayan,  RRI sungai penuh.

Bila musim hujan selalu banjir. Karena  drainase  tidak berfungsi. Pelepasan air tertumpu pada satu saluran  saja.

'Mari kita  kaji bersama untuk  mengatasi banjir ini,tokoh masyarakat,pak kades, pak camat, dinas instansi terkait, agar masalah ini bisa berakhir" ucapnya.

Dia menyampaikan "  Untuk proposal sudah di sampaikan pada Dinas instansi terkait, tapi action hanya memperbaiki. Tidak ada solusi untuk mengatasi hal yg demikian." tambah nya.

Kadis PUPR Kota Sungaipenuh Martin menyebutkan. Bahwa mereka sudah berencana untuk melakukan pelebaran drainase. Tapi sampai saat ini terkendala pembebasan lahan.

" Kami lagi mengusahakan pelebaran drainase. Namun sampai saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Sekarang kami terus melakukan pendekatan "sebut martin. (Pen/ Rpy)


Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner