Wednesday, 4 July 2018

Sidak Komisi Tiga DPRD Kota Sungaipenuh, Sekedar Cari Popularitas Apa Untuk Kepetingan Rakyat ?



Kunjungan anggota DPRD  komisi tiga kota Sungaipenuh kelokasi proyek lapangan KONI senin(3/7/2018). Menjadi perbincangan hangat di Sungaipenuh saat ini.

Yang menarik dari inspeksi mendadak itu justru bukan objek dari yang dikunjungi, tapi pernyataan salah seorang anggota komisi tiga FR. Pada kunjungan itu didepan awak media FR sempat menyebutkan bahwa pekerjaan itu milik ketua DPRD.

"Ini proyek punya FA" ucapnya.

Ketua DPRD FA langsung membantah dengan tegas tudingan FR.
"Pertama saya sampaikan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan sangat-sangat tidak berdasar. Saya tidak paham tentang proyek apalagi bermain proyek, kalau memang ada bukti saya mengerjakan proyek tersebut atau saya pernah bermain proyek atau ada indikasi saya ikut campur dalam proyek di kota sungai penuh saya minta silahkan dibuktikan" Jelas FA.

Dilain sisi. Kadis PUPR Martin yang merupakan instasi penanggung jawab pekerjaan  juga membantah tudingan FR. Dia menyebutkan bahwa proyek itu tidak ada hubungan dengan ketua DPRD. Dengan tegas dia menyampaikan bahwa pekerjaan itu milik Taburman salah seorang kontraktor di kota Sungaipenuh.

" Proyek itu punya taburman.Tidak ada hubungan dengan ketua DPRD" jelas martin.

Dua pernyataan yang bertolak belakang ini menjadi menarik untuk ditelusuri. Karna dua statmen itu bersumber dari orang yang punya kopetensi di bidangnya.

Dari beberapa berita  media online dan postingan di Fecebook. Penulis melihat topik awal justru terbenam karna yang lebih viral pernyataan FR.

Dilain sisi, pernyataan FR lari dari kontek dan tupoksi komisi tiga. Dia justru lebih menunjukkan ada semacam ketidak harmonisan yang  sedang terjadi di gedung rakyat.

Sesuai tupoksi dan perencanaan awal untuk sidak adalah meninjau perkembangan pembangunan Stadion Pancasila. Seharusnya FR lebih pokus kepekerjaan fisik bangunan, bukan lari dari kontek awal. Atau sebelum kelokasi anggota DPRD bisa meminta dinas PUPR untuk menghadirkan kontrakor pelaksana ikut mendapingi ke lokasi.

Dari pantauan dilokasi sidak. Nampak jelas komisi tiga setengah hati untuk mengusut indikasi dugaan penyimpangan pekerjaan. Karna mereka turun hanya melihat kondisi dan menyalahkan tampa dasar. Seharusnya sebelum kelokasi mereka harus mempelajari Spek atau RAB dulu. Ternyata itu tidak dilakukan. Malahan Spek, gambar dan RAB didapat dari salah satu LSM.

Selain itu. Ada pernyataan  yang mencerminkan kelemahan pengetahuan oknum anggota DPRD dari ucapan yang terlontar dilokasi sidak " Meminta BPKP untuk meng audit ulang". Lembaga sebesar DPRD kalau serius ingin menangani pekerjaan ini. Mereka harus menyurati BPKP. Bukan berkoar di lapangan.

Yang paling menarik dan jadi tandatanya warga adalah. Kenapa komisi tiga justru mengundang awak media dan LSM untuk mendapingi sidak. Ini yang menjadi menarik " Mau menjalankan tugas atau mencari popularitas".
                 Bersambung edisi berikut
Share:

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner