Wednesday, 26 September 2018

Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal Solusi Pertahankan Keindahan Danau Kerinci , Zalmianto : Budidaya Sistim Bioflok Bisa Dilakukan Semua Warga

ZALMIANTO,S.Kom Pembudidaya Ikan Nila Sistem Bioflok pertama di Kerinci 

Kerinci,Lacak - Berawal dari rasa peduli terhadap potensi Pariwisata di Danau Kerinci. Serta melihat tingginya kebutuhan ikan air tawar di Kerinci dan Sungaipenuh.

Karna sampai saat ini, untuk memenuhi kebutuhan ikan. Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh masih di pasok dari Sumatera Barat.

Zalmianto  alumni Universitas Putra Indonesia jurusan Teknik Komputer yang merupakan pemilik media LACAK NEWS.  Terus berpikir untuk mencari solusi agar kebutuhan ikan bisa terpenuhi tanpa merusak ke indahan danau Kerinci. Karna saat ini, nelayan masih ketergantungan budidaya ikan sistem Keramba Jaring Apung (KJA).



Kalau tidak cepat cari sistim budidaya alternatif lain. Danau Kerinci bisa dipenuhi oleh tonggak-tonggak keramba di seluruh tepian sekeliling danau Kerinci. Yang dapat merusak pemandangan para wisatawan.

Oleh sebab itu, bapak dua orang anak ini  terus berusaha serta mencari referensi agar kebutuhan ikan di Kerinci dan Sungaipenuh tidak di pasok lagi dari Sumbar. Dan potensi wisata danau Kerinci tetap terjaga.

Saat ini Zalmianto sedang mempelajari budi daya ikan Nila sistem bioflok dengan munggunakan Terpal. Dia menyebutkan. Apa bila sistim budidaya ini bisa di kembangkan oleh warga Kerinci dan Sungaipenuh khususnya para petani KJA di kawasan Danau Kerinci .

Kebutuhan ikan pasti akan terpenuhi dan bahkan bisa menjadi daerah yang mensuplay ikan ke kabupaten tetangga dan Provinsi Jambi. Serta ikut berperan dalam menjaga ke indahan danau.

Zalmianto  saat ini terus melakukan uji coba budidaya ikan Nila dan Mas sistem Bioflok dengan kolam terpal. Berdasarkan pantauan di lokasi budidaya nya. Pertumbuhan ikan dengan sistem bioflok lebih cepat dan irit pakan 30%-40% kalau di bandingkan dengan budidaya KJA atau kolam konvensional.

Dia berharap pemerintah daerah untuk bisa mengadakan pelatihan pada warga agar mereka mampu melakukan budidaya sistem bioflok. Karna budi daya ini tidak butuh lahan yang luas. Kolam bisa di tempatkan di pekarangan dan ukuran kolam  bisa disesuaikan dengan ketersidiaan lahan.

" Saya harap pemerintah daerah untuk memberikan penyuluhan pada warga. Tentang budidaya ikan sistem bioflok. Karna sistem ini lebih irit pakan dan bisa di lakukan oleh semua masyarakat, baik peria, wanita maupun para anak muda' sebutnya.



Share:

0 comments:

Post a Comment

KPU KOTA SUNGAIPENUH

KPU KOTA SUNGAIPENUH

Blog Archive

Support

iklan banner iklan banner